Bandara Ahmad Yani Siap Operasi Maret 2018

Semarang, 92.6 FM-Proses pembangunan Bandara Internasional Ahmad Yani yang baru dimulai sejak Juni 2014, pengerjaannya berjalan sedikit melambat. Hal itu tidak lepas, karena sejumlah kendala yang dihadapi di lapangan. Mulai dari faktor cuaca sampai proses pengiriman material yang terkendala di jalan.

Baik Angkasa Pura I maupun kontraktor, terus berupaya mengebut proses pembangunan bandara itu. Satu per satu dari empat paket yang dikerjakan, sudah mulai selesai pengerjaannya.

General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang Maryanto mengatakan sampai dengan saat ini, pengerjaan paket satu sudah berjalan 90 persen. Sisa dari paket satu berupa pengurukan sarana jalan.

Sedangkan untuk paket lainnya, yaitu paket dua sudah tergarap 100 persen. Yakni berupa pembangunan apron dan taxiway. Sementara untuk paket pengerjaan paket ketiga, masih berjalan 30 persen. Yaitu pembangunan terminal bandara yang ditargetkan selesai pada November 2018 mendatang.

Menurut Maryato, sesuai dengan perintah dari Presiden Joko Widodo, Bandara Internasional Ahmad Yani yang baru harus sudah bisa beroperasi pada Maret 2018 mendatang. Sehingga, meski belum selesai semua paket pekerjaannya, bandara sudah bisa beroperasi.

“Paket empat sedang proses, yang penting target Maret 2018 sudah operasional. Kita optimistis dan memedomaani jadwal yang ada. Angkasa Pura terus supervisi dan dari kontraktor sedang mengkalkulasi beberapa percepatan yang sudah dilaksanakan. Nanti Januari 2018 akan kelihatan, apa yang sesuai dan mana yang kurang,” kata Maryanto, Selasa (3/10).

Diketahui, Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang akan dibuat lebih luas dengan fasilitas moderen. Bandara yang sedang dibangun itu mengadopsi bandara eco airport dengan konsep go green.

Rencananya, bandara yang baru akan berkapasitas apron 13 tempat parkir pesawat dari sekarang hanya enam pesawat saja. Nantinya, bandara juga bisa didarati pesawat berbodi sedang dan lebar. (Bud)

Artikel sebelumnyaKomisi B: 3 Pabrik Gula di Jateng Dapat Suntikan Dana Rp1 Triliun dari Kementerian BUMN
Artikel selanjutnyaWisatawan Dari Jateng Belum Ada Yang Membatalkan Kunjungan ke Bali

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini