Ini Yang Membuat BI Yakin Harga Cabai Rawit Merah Bukan Pemicu Inflasi Jateng

Semarang, 92.6 FM-Prediksi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Tengah terhadap laju inflasi pada Januari 2017 tidak meleset jauh, dan komoditas cabai rawit merah memberikan sumbangannya. Namun, sumbangan terhadap laju inflasi tidak terlalu besar.

Deputi Kantor Perwakilan BI Jawa Tengah Rahmat Dwisaputra mengatakan, naiknya cabai rawit merah belakangan ini memang menyumbang laju inflasi. Akan tetapi, komoditas cabai rawit merah bukan satu-satunya pemberi sumbangan inflasi.

Jika beberapa bulan sebelumnya harga cabai rawit merah selalu muncul sebagai penyebab terjadinya inflasi, jelas Rahmat, kali ini sumbanganya hanya 0,1312 persen saja. Karena, kenaikan tarif administrasi akibat kebijakan dari pemerintah menjadi penyumbang terbesar. Yakni, penaikan tarif perpanjangan STNK dan tarif listrik akibat pencabutan subsidi kelas tertentu.

”Perkiraan saya ternyata terbukti, harga cabai rawit merah tidak berpengaruh terlalu besar. Inflasi kan tidak hanya dari satu komoditas, tetapi ada beberapa barang lain yang memengaruhi,” kata Rahmat, Senin (6/2).

Diketahui, bulan Januari 2017 Jawa Tengah mengalami inflasi sebesar 1,16 persen. Lebih tinggi bila dibanding nasional, yang hanya 0,97 persen saja.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah Margo Yuwono menyatakan, inflasi tertinggi di Jawa Tengah adalah Kabupaten Cilacap sebesar 1,60 persen dan disusul Kudus sebesar 1,36 persen. Sementara Kota Surakarta inflasinya 1,16 persen dan Kota Semarang 1,11 persen. Sedangkan Purwokerto inflasinya sebesar 1,05 persen, dan Kota Tegal 0,98 persen.

Penaikan tarif perpanjangan STNK menjadi penyumbang terbesar terjadinya inflasi, yaitu sebesar 0,3359 persen. (Bud)

Artikel sebelumnyaBagaimana Memperbaiki Tata Kelola BUMN Agar Bebas Dari Pengaruh Kepentingan?
Artikel selanjutnyaKPU Sudah Verifikasi Pemilih Yang Belum Masuk DPT Pilkada Serentak 2017
Wartawan senior Radio Idola Semarang.