Jasa Marga Semarang Tunggu 31 Alat Pembaca Kartu Dari Provider Untuk Dipasang di Gardu Tol

Semarang, 92.6 FM-Kesiapan PT Jasa Marga Cabang Semarang dalam mewujudkan pembayaran nontunai di ruas jalan tol Semarang, sampai dengan saat ini sudah hampir rampung. Bahkan, penambahan gardu tol di gerbang tol Gayamsari dan Manyaran dilakukan untuk memercepat transaksi pembayarannya. Hal itu dilakukan, untuk memercepat program dari pemerintah dan Bank Indonesia yang menerapkan setiap transaksi di semua ruas tol di Indonesia menggunakan sistem nontunai.

Deputy General Manager Financial PT Jasa Marga Cabang Semarang Agus Priyanto mengatakan sesuai dengan instruksi dari pusat, maka persiapan untuk pembayaran nontunai terus dilakukan. Salah satunya, dengan perubahan gardu tol reguler menjadi gardu semi otomatis.

Bahkan, untuk sosialisasi kepada pengguna jalan tol terkait pembayaran nontunai, jajaran managemen PT Jasa Marga Cabang Semarang bersama kalangan perbankan penyedia kartu nontunai langsung turun ke jalan, Jumat (15/9) pagi melalui penyebaran pamflet dan penjualan kartu nontunai.

Menurut Agus, sampai dengan saat ini transaksi pembayaran nontunai di ruas tol Semarang baru 25 persen dari 140 ribuan lalu lintas per harinya. Untuk meningkatkan pembayaran nontunai di ruas tol Semarang, pihaknya akan menambah peralatan pembaca kartu di gardu tol. Namun, peralatan yang dijanjikan provider baru datang di pekan ketiga September 2017 nanti.

“Sebenarnya kami sudah siap dan beberapa GTO dioperasikan. Saat ini, kami tunggu alat dari provider (Bank Mandiri) sebanyak 31 unit. Hanya saja, datangnya di akhir bulan nanti,” kata Agus.

Lebih lanjut Agus menjelaskan, untuk penerapan pembayaran nontunai di ruas jalan tol Semarang akan dilakukan secara bertahap. Tahap pertama dilakukan di Gerbang Tol Gayamsari dan Muktiharjo pada 30 September 2017, sedangkan di Gerbang Tol Tembalang dan Manyaran dilakukan pada 31 Oktober 2017. (Bud)

Artikel sebelumnyaDinkes: Anak Jalanan dan Yang di Panti Asuhan Juga Dapat Vaksin MR
Artikel selanjutnyaMenteri PUPR: Rekayasa Cuaca Dengan Hujan Buatan Belum Diperlukan Untuk Hadapi Kemarau Tahun Ini