Menteri PUPR: Rekayasa Cuaca Dengan Hujan Buatan Belum Diperlukan Untuk Hadapi Kemarau Tahun Ini

Semarang, 92.6 FM-Meski sejumlah tempat terjadi kekeringan, namun belum meluas dan menjadi bencana nasional. Bahkan, para gubernur di Pulau Jawa juga melaporkan tidak terlalu mengkhawatirkan musim kemarau tahun ini. Karena, sejumlah daerah masih bisa mengatasinya dengan droping air bersih.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan belum perlu adanya upaya modifikasi cuaca berupa hujan buatan, untuk menghadapi musim kemarau tahun ini. Tapi memang diakui, jika beberapa wilayah di Iindonesia mengalami kekeringan. Hanya saja, masih bisa ditangani masing-masing pemerintah daerah.

“Kita belum menetapkan perlunya modifikasi cuaca atau hujan buatan. Menurut semua gubernur yang diundang ke istana, tidak ada satu pun yang bilang darurat (kekeringan). Jadi ini memang iklim kita memang begitu, tapi sekarang masih oke,” kata Basuki, Jumat (15/9).

Lebih lanjut Basuki menjelaskan, informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan jika kondisi kekeringan disebabkan perubahan tata ruang dan terjadi penggundulan hutan. Sehingga, memengaruhi ketersediaan air tanah. (Bud)

Artikel sebelumnyaJasa Marga Semarang Tunggu 31 Alat Pembaca Kartu Dari Provider Untuk Dipasang di Gardu Tol
Artikel selanjutnyaTol Bawen-Salatiga Sudah Dibuka Untuk Umum Tanpa Tarif