Pakai Alasan Ini, Pedagang Makanan Tak Berani Kurangi Takaran Cabai Saat Harga Mahal

Semarang, 92.6 FM-Meski harga cabai di Kota Semarang sempat menembus angka Rp100 ribu per kilogram, namun ada pedagang makanan yang sebagian besar menunya memakai cabai tidak berani mengurangi jumlah takaran cabai. Alasan mendasarnya adalah, takut akan kehilangan pelanggannya karena menu yang tersaji berbeda dari biasanya.

Pernyataan itu dikatakan pemilik warung makan Bebek Rempah di Jalan Kusumawardhani Semarang, Natalia Sari Pujiastuti saat ditemui Radio Idola, Rabu (25/1). Menurut Naneth, panggilan akrabnya, hampir sebagian besar sajian di rumah makannya itu menggunakan olahan cabai sebagai pelengkap masakan.

Menurut Naneth, apapun yang terjadi meski harga cabai sedang naik seperti sekarang ini, ia tidak berani mengurangi jumlah takaran cabainya. Dirinya juga tidak serta merta lantas menaikkan harga seporsi makanan yang disajikan, dengan alasan untuk menutup biaya operasional belanja cabai. Sebab, kunci sukses dari bisnis kuliner adalah bisa bertahan dengan kondisi yang terjadi dan tidak mengurangi takaran di setiap masakan.

“Apapun yang terjadi, kemarin saya beli cabai katakan 10 kilogram per hari dan sekarang cabai mahal, tetap belinya ya 10 kilogram. Karena, cabai itu salah satu unsur penting dari masakan yang saya sajikan ke pelanggan,” jelas Naneth.

Namun demikian, Naneth tetap memiliki jurus jitu untuk menyiasati mahalnya harga cabai sekarang ini. Yakni dengan meluncurkan varian masakan baru, berupa paket bebek rempah dengan sajian nasi kongbap. Seporsinya dijual dengan harga Rp15 ribu, dengan pilihan sambal pete, sambal ijo dan sambal merah serta sambal terong.(Bud)

Artikel sebelumnyaMuliaman: Mahasiswa Harus Punya Jiwa Entrepreneur
Artikel selanjutnyaHasto Wardoyo Bupati Kulon Progo: Memandirikan Warga Dengan Kemampuan Sendiri