Pemprov Dorong Pengembangan Sentral Produksi Bawang Putih di Jateng

Pedagang menata bawang putih di kiosnya di Pasar Tradisional Baruga, Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (8/5). Dalam sepekan harga bawang putih naik dari sebelumnya Rp40 ribu per kilogram menjadi Rp60 ribu per kilogram dikarenakan berkurangnya pasokan. ANTARA FOTO/Jojon/aww/17.

Semarang, 92.6 FM-Pemprov Jateng saat ini masih mengandalkan dua kabupaten, sebagai daerah penghasil bawang putih. Kedua daerah itu adalah Kabupaten Temanggung dan Karanganyar.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Jawa Tengah Yuni Astuti mengatakan, untuk di kedua daerah itu masih terus didorong produksi bawang putih, agar mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di Jawa Tengah. Caranya, dengan memerluas lahan pertanian bawang putih. Sehingga, tidak harus mengandalkan bawang putih impor ketika pasokan tidak ada.

Yuni menjelaskan, fokus saat ini memang kedua daerah itu akan dijadikan sentral produksi bawang putih di Jawa Tengah.

“Yang di Temanggung kemarin mendapat bantuan dari APBN untuk pengembangan bawang putih. Kurang lebih 500 hektare lahan baru,” kata Yuni.

Lebih lanjut Yuni menjelaskan, untuk Kabupaten Temanggung masih memerlukan penanganan khusus, karena lahanya perlu penyesuaian dengan bibit yang ditanam. Sedangkan di Kabupaten Karanganyar, karena lahannya sudah bagus, sehingga tidak perlu ada penanganan khusus.

Harapannya, jika produksi bawang putih lokal meningkat, maka bisa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar. Ke depan, pemerintah bisa lebih mengendalikan impor bawang putih. (Bud)

Artikel sebelumnyaDPRD Jateng Minta Pemerintah Utamakan Armada Bus Sebagai Angkutan Lebaran
Artikel selanjutnyaBulog Akan Terus Gelontorkan Bawang Putih ke Pasar Tradisional Guna Menekan Kenaikan Harga