Subsidi Listrik Dicabut, Inflasi Jateng Februari 0,51 Persen

Semarang, 92.6 GM-Jawa Tengah pada Februari 2017 mengalami inflasi sebesar 0,51 persen, lebih rendah dibanding bulan sebelumnya yang mencapai 1,16 persen. Beberapa kota yang dilakukan survei biaya hidup di Jawa Tengah, semuanya mengalami inflasi.

Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Kudus sebesar 0,93 persen, dan terendah Kota Tegal mencapai 0,32 persen. Sementara, Kota Semarang terjadi inflasi sebesar 0,44 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah Margo Yuwono mengatakan, komoditas yang memberikan sumbangan terbesar terjadinya inflasi adalah pencabutan subsidi tarif listrik, bawang merah dan cabai rawit serta upah tukang bukan mandor. Menurutnya, khusus pencabutan subsidi listrik ini karena kebijakan dari pemerintah, sehingga mengakibatkan konsumsi rumah tangga pada bulan berjalan sejak berlakunya kebijakan itu mengalami kenaikan.

“Pencabutan subsidi listrik ini menjadi pemicu terjadinya inflasi sebesar 0,51 persen di Jawa Tengah pada Februari 2017. Sumbangannya sebesar 1,09 persen, dan kemudian diikuti bawang merah serta cabai rawit,” kata Margo, Rabu (1/3).

Meski terjadi inflasi, lanjut Margo, masih ada beberapa komoditas yang mampu meredam laju inflasi di Jawa Tengah. Yakni komoditas daging ayam ras, telur ayam ras dan cabai merah.

Namun demikian, Margo mengakui jika inflasi di Jawa Tengah jauh lebih tinggi bila dibanding nasional. L Laju inflasi nasional hanya mencapai 0,23 persen saja, dan memang administered prices atau harga yang diatur pemerintah menjadi pendorong terjadinya inflasi. (Bud)

Artikel sebelumnyaMusthofa: UMKM Visible Harus Dibantu Permodalannya
Artikel selanjutnya[PhotoEvent] Semarang Trending Topic Februari 2017