BI Jateng Kendalikan Inflasi Cabai Dengan Buat Gudang Ozone

Semarang, Idola 92.6 FM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah terus berkomitmen, untuk mengendalikan inflasi di sektor volatile food. Salah satunya adalah komoditas cabai.

Kepala KPw BI Jateng Hamid Ponco Wibowo mengatakan upaya pengendalian inflasi tersebut, dilakukan di sentra cabai Jateng di Kabupaten Magelang.

Menurutnya, komoditas cabai merupakan produk holtikultura yang menjadi salah satu penyumbang inflasi di Jateng. Bahkan, di Oktober 2018 kemarin, komoditas cabai merah menyumbang inflasi sebesar 0,0428 persen dan cabai rawit sebesar 0,0226 persen.

Ponco menjelaskan, melalui teknologi ozone yang diterapkan di Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, bisa mengendalikan inflasi karena produk cabai.

“Inflasi itu terjadi ketika panen turun tapi permintaan naik. Kita ingin supaya tidak ada kenaikan yang melonjak. Dengan alat ini, ketika panen raya dijual secukupnya dan sisanya disimpan. Sehingga, harganya tidak begitu anjlok. Kalau selama ini kan ketika panen raya, harga sampai dengan Rp8 ribu per kilogram. Saat tidak panen, bisa sampai Rp25 ribu-Rp30 ribu per kilogram. Dengan alat ini, diharapkan harga cabai bisa lebih stabil lagi,” kata Ponco di sela penandatangan perjanjian kerja sama program pengendalian inflasi komoditas cabai di Kabupaten Magelang, Selasa (7/11).

Lebih lanjut Ponco menjelaskan, dengan mendukung pertanian cabai melalui pembangunan green house, diharapkan para petani cabai tetap untung sepanjang musim.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Jateng Yuni Astuti menjelaskan, komoditas cabai memang menjadi satu di antara produk holtikultura yang mampu memicu terjadinya inflasi di provinsi ini.

Oleh karena itu, lanjut Yuni, dengan adanya gudang dilengkapi fasilitas ozone diharapkan bisa memperpanjang masa kesegaran produk.

“Memperpanjang masa kesegaran produk, karena hortikultur itu yang dibutuhkan kesegaran. Sebab, mengonsumsinya masih dalam bentuk yang segar. Kalau terkait dengan rantai pemasarannya, kita mendorong kerja sama dengan regopantes.com,” ujar Yuni.

Lebih lanjut Yuni menjelaskan, Jateng mempunyai potensi lahan untuk pengembangan komoditas aneka cabai. Sebab, produksi cabai Jateng sebesar 195.570 ton pada tahun kemarin. Dengan tingginya potensi pengembangan lahan aneka cabai di Jateng, dibutuhkan dukungan berupa teknologi budidaya, agar produksi dan produktivitasnya semakin meningkat. (Bud)

Artikel sebelumnyaCegah Diabetes, Dinas Kesehatan Ajak Masyarakat Rutin Cek Gula Darah
Artikel selanjutnyaPeringati Maulid Nabi, Masjid Jami Al Fatah Galang Dana Untuk Palu