Ganjar: Stunting Harus Segera Dituntaskan, Mosok Zaman Gini Masih Ada

Semarang, Idola 92.6 FM – Persoalan stunting atau masalah kurang gizi kronis, harus segera dituntaskan. Hal itu menjadi komitmen Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, menyikapi masih ada beberapa daerah di provinsi ini ditemukan kasus stunting.

Menurutnya, stunting yang merupakan gagal tumbuh pada anak usia bawah lima tahun akibat kekurangan gizi kronis harus segera ditangani. Pihaknya sudah memerintahkan Dinas Kesehatan provinsi maupun kabupaten/kota, untuk melakukan deteksi cegah dini munculnya kasus stunting.

Jateng, jelas Ganjar, akan mengupayakan agar provinsi ini bebas dari kasus stunting. Sehingga, upaya dari program pemerintah melakukan Kampanye Nasional Pencegahan Stunting bisa berhasil di provinsi ini.

“Kita hari Kamis ada acara yang sama, dan kemarin sudah dilakukan di seluruh provinsi. Makanya kita akan sambut itu, dan saya kira itu ide yaang brilliant untuk gerakan kesehatan. Mosok zaman ginii masih bicara stunting. Kita akan dorong dan kita bantu setiap daerah di Jateng. Memang beberapa daerah di Jateng masih ada stunting, makanya semua mesti dicek,” kata Ganjar, Selasa (18/9).

Ganjar lebih lanjut menjelaskan, sebenarnya pada periode awal kepemimpinannya sudah ada program “Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng”. Program itu, awalnya ditujukan untuk menekan angka kematian ibu hamil dan melahirkan serta menekan kematian bayi. Namun, bisa saja program itu diarahkan untuk pencegahan stunting sebagai deteksi dini.

“Makanya konsep Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng itu sebenarnya bagian tidak hanya menyelamatkan ibu yang hamil, tapi bayi dalam kandungan yang dicermati sejak awal,” ujarnya.

Menurut Ganjar, untuk mencegah stunting dibutuhkan kerja sama semua pihak tidak hanya dari pemerintah saja. Para ibu hamil juga bisa sejak awal diajak, untuk merawat anak-anak dengan memprioritaskan pemberian nutrisi dan gizi. Sebab, kasus stunting tidak hanya terjadi pada keluarga miskin, tapi juga anak keluarga kaya yang kekurangan asupan gizi dan nutrisi cukup.

Diwartakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo dalam pidato kenegaraan pada 16 Agustus 2018 menegaskan, bahwa pembangunan sumber daya manusia diawali sejak dalam kandungan. Apabila upaya pencegahan stunting dilakukan mulai sekarang, maka pada 2040 mendatang anak-anak sekarang akan menjadi generasi hebat dari sebelumnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaGanjar: Kalau Sulit Cari KPPS, Bagaimana Jika Pakai Pelajar Saja
Artikel selanjutnyaCinta mati, Ini Kisah Bujang Aceh Selamatkan Hutan Leuser Yang Terancam Punah