Prof Sudharto P Hadi: Daya Dukung Lingkungan Terlampaui

Semarang, Idola 92.6 FM – Cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan sejumlah bencana alam di beberapa daerah di Indonesia. Di Jawa Barat, Senin (5/2), longsor di sejumlah titik di kawasan Puncak, Bogor, menyebabkan sedikitnya dua orang tewas. Peristiwa itu terjadi di salah satu titik longsor yang paling parah, yakni di kawasan Masjid Atta’awun, Puncak. Akibat intensitas hujan yang tinggi, banjir juga terjadi di beberapa kawasan Ibukota Jakarta akibat banjir kiriman dari kawasan Bogor.

Sementara di Kota Semarang, hujan dengan intensitas tinggi yang melanda sejak beberapa hari terakhir, membuat genangan banjir dan rob meluap ke sepanjang Jalan Raya Kaligawe Genuk Semarang sejak Jumat (2/2) lalu hingga Selasa (6/2). Arus lalu lintas pun terganggu dan sebagian memakai jalur alternatif.

Lantas, bagaimana mitigasi bencana kita dalam menghadapi berbagai ancaman bencana alam seperti banjir dan tanah longsor? Sudahkah pemerintah belajar dari pengalaman-pengalaman sebelumnya? Sejauh mana daya dukung lingkungan saat ini? Dengan kondisi yang ada saat ini/ upaya apa yang mesti dilakukan pemerintah baik jangka pendek, menengah, dan panjang?

Guna menjawab dan mengulas kondisi lingkungan di tengah berbagai ancaman fenomena alam, Radio Idola 92.6 FM mewawancara Guru Besar Manajeman Lingkungan Universitas Diponegoro Semarang Prof Sudharto P Hadi. [Heri CS]

Berikut Wawancaranya:

Artikel sebelumnyaPDIP Jateng Kerahkan Kadernya di Legislatif Menangkan Ganjar-Yasin
Artikel selanjutnyaHidupkan “Trisula” Pendidikan ala Ki Hajar Dewantara agar Tragedi Guru Budi di Sampang Madura Tak Terulang