Warga Kelurahan Petompon Kembangkan Inovasi PBHS di Lingkungannya

Semarang, Idola 92.6 FM – Kelurahan Petompon, Kota Semarang mendapat kunjungan dari tim penilai evaluasi pelaksanaan terbaik perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) tingkat Provinsi Jawa Tengah, Selasa (25/9). Tim yang berasal dari Dinas Kesehatan Jateng itu, meninjau sejumlah rukun tetangga (RT) di wilayah Kelurahan Petompon untuk melakukan verifikasi PHBS.

Penilaian di Kelurahan Petompon dilakukan, karena masuk menjadi nominasi setelah keluar sebagai juara tingkat Kota Semarang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Widoyono mengatakan evaluasi yang dilakukan tim penilai dari provinsi itu, untuk melihat capaian dari penanganan dan pencegahan permasalahan kesehatan masyarakat semakin kompleks. Sehingga, dibutuhkan adanya inovasi PHBS.

Menurutnya, Kelurahan Petompon mampu mengimplementasikan inovasi PHBS di lingkungannya. Mulai dari pendampingan ibu hamil dengan risiko tinggi, yang diantisipasi melalui kelas ibu hamil. Serta adanya pembinaan posyandu bekerjasama dengan RS William Booth.

“Yang menonjol salah satunya adalah Kelurahan Petompon di bidang PHBS, karena kelebihannya ada inovasi-inovasi. Ada siswa mencari jentik, ada tim forum kesehatan, ada tim pembina posyandu, ada tim PSN. Yang kita harapkan tentunya adalah bisa menunjang kesehatan kota,” kata Widoyono.

Widoyono lebih lanjut menjelaskan, Kelurahan Petompon diharapkan bisa menjadi kelurahan percontohan untuk menerapkan inovasi PHBS.

Sementara, Ketua TP PKK Kota Semarang Krisseptiana Hendrar Prihadi menambahkan, pihaknya akan melakukan pendampingan ke Kelurahan Petompon, terutama untuk hal-hal yang belum maksimal.

“Petompon itu kan jadi juara di tingkat kota. Nanti kami akan lebih menonjolkan potensinya dan dorongan dari pemerintah lebih tajam lagi,” ujarnya.

Oleh karena itu, ia berharap dengan adanya pendampingan dari TP PKK Kota Semarang, Kelurahan Petompon akan maju menjadi wakil Jateng ke tingkat nasional. (Bud)

Artikel sebelumnyaDinas Kesehatan Sebut Warga Semarang Paling Rentan Idap Hipertensi
Artikel selanjutnyaMasih Buruk, Pengembang Cari Strategi Baru Untuk Gairahkan Pasar