Apindo Jateng Sepakat Liburkan Pekerja Saat Coblosan

Semarang, Idola 92.6 FM -Pengusaha di Jawa Tengah yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) sepakat, untuk melaksanakan surat edaran dari Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri yang memerintahkan pengusaha untuk meliburkan pekerja/buruhnya pada hari pemungutan suara 17 April 2019. Sehingga, pengusaha di provinsi ini kompak untuk meliburkan pekerjanya, dan memberi kesempatan menggunakan para buruh/pekerjanya menyalurkan hak pilih ke tempat pemungutan suara (TPS) di tempat tinggalnya.

- Advertisement -

Ketua Apindo Jateng Frans Kongi mengatakan pihaknya sudah melakukan sosialisasi surat edaran tersebut, kepada semua anggota di seluruh kabupaten/kota di provinsi ini.

Menurutnya, ada 1.600an anggota Apindo Jateng yang tersebar di 25 kabupaten/kota yang telah sepakat memberikan hari libur untuk pekerja/buruh pada saat coblosan.

Frans menjelaskan, para pengusaha di Jateng tidak akan menghalangi hak politik pekerja/buruhnya menggunakan hak pilihnya di TPS pada 17 April besok. Sebab, para pengusaha juga mendukung pelaksanaan Pemilu 2019 ini agar angka partisipasi pemilihnya meningkat dan mengurangi angka golput.

“Kita dari pengusaha tahu kok kalau besok itu hari yang diliburkan, dan setara dengan tanggal merah libur nasional. Jadi, kami juga memberi kesempatan buat mereka bisa datang ke TPS,” kata Frans saat dihubungi, Selasa (16/4).

Lebih lanjut Frans menjelaskan, para pengusaha di Jateng juga telah memerhitungkan sebelumnya ketika meliburkan pekerja/buruh di 17 April besok. Sehingga, produksi pabrik maupun pesanan dari konsumen tidak mengalami kendala.

“Beberapa hari sebelum libur, kalau ada pesanan kami selesaikan dulu dan dikirim ke pemesan. Jadi, tidak ada pekerjaan yang tertunda atau bahkan pesanan itu tidak terselesaikan,” jelasnya.

Frans Kongi dan pengusaha di Jateng berharap, setelah tahapan Pemilu 2019 selesai juga selesai perbedaan politik dan tidak lagi terkotak-kotak. Para pengurus partai politik (parpol), elite politik di tingkat pusat maupun masyarakat kembali bergandengan tangan membangun bangsa Indonesia lebih baik dan lebih maju. (Bud)