Dinas Kesehatan Jateng Terus Sosialisasi Deteksi Dini Risiko Penyakit Tidak Menular

Semarang, Idola 92.6 FM – Dinas Kesehatan Jawa Tengah bersama 35 kabupaten/kota terus berupaya, untuk melakukan sosialisasi tentang deteksi dini risiko penyakit tidak menular (PTM). Tujuannya, agar masyarakat paham dan sadar pentingnya berperilaku hidup bersih dan sehat.

Kepala Dinkes Jateng Yulianto Prabowo dikutip dari situs resmi milik Dinas Kesehatan Jateng mengatakan PTM adalah penyebab kematian terbanyak di Indonesia, karena masih banyak masyarakat yang belum sadar tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Menurutnya, salah satu cara mencegah dan mengendalikan PTM dengan melakukan deteksi dini terhadap risikonya.

Yulianto menjelaskan, dengan melakukan deteksi dini terhadap risiko PTM, maka bisa dicegah kemungkinan terburuknya. Salah satunya adalah risiko kematian, akibat perilaku buruk terhadap kesehatan.

“Untuk program penyakit tidak menular di Jawa Tengah, kita punya 5.488 posbindu. Kabupaten yang paling banyak terdapat posbindu ada di Kabupaten Purworejo, yakni mencapai 502 posbindu,” kata Yulianto, belum lama ini.

Lebih lanjut Yulianto menjelaskan, pada saat sekarang ini PTM lebih mendominasi bila dibanding penyakit menular. Sejak 2017, PTM tertinggi adalah Hipertensi sebesar 56 persen dan disusul Diabetes Melitus sebesar 22 persen.

“Kalau risiko penyakit sudah diketahui sejak awal, maka pengobatannya bisa lebih efektif. Misalnya memerbanyak aktivitas olahraga, dan makan buah serta sayuran,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaPuncak Arus Balik Diperkirakan Sabtu Malam dan Minggu Besok
Artikel selanjutnyaDua Hari Lebaran, Arus Lalin di GT Kalikangkung Naik 226 Persen

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini