Dinkes Jateng Siap Selesaikan 8 Prioritas Kesehatan Dalam 5 Tahun

Ganjar + Taj Yasin
Gubernur Ganjar Pranowo didampingi Wagub Taj Yasin dan Kadinkes Jateng Yulianto Prabowo memberikan penghargaan kepada pemenang di Hari Kesehatan Nasional, Selasa (12/11).

Semarang, Idola 92.6 FM – Persoalan kesehatan tidak bisa dibebankan kepada pemerintah saja melalui Dinas Kesehatan, tetapi menjadi tanggung jawab semua pihak. Pernyataan itu dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Yulianto Prabowo di sela peringatan Hari Kesehatan Nasional di halaman kantor gubernuran, Selasa (12/11).

Yulianto mengatakan sesuai dengan agenda prioritas dari Presiden Joko Widodo yang memasukkan program Indonesia Sehat, maka program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) harus terus digalakkan. Karena, presiden juga telah mengeluarkan Inpres Nomor 1 Tahun 2017 tentang Germas.

Menurutnya, selama ini Dinkes Jateng sudah secara masif dan intensif melakukan sosialisasi Germas ke seluruh pelosok kabupaten/kota.

Yulianto menjelaskan, melalui peringatan Hari Kesehatan Nasional tahun ini mengambil tema “Generasi Sehat Indonesia Unggul” dengan delapan sasaran prioritas masalah kesehatan. Sehingga, masyarakay harus secara sadar meningkatkan kualitas hidup. Prioritas masalah kesehatan itu, harus bisa selesai dalam waktu lima tahun ke depan.

“Masalah prioritas yang ada di Jawa Tengah di juga di Indonesia, paling tidak ada delapan masalah kesehatan. Pertama angka kematian ibu hamil harus kita turunkan, kedua angka kematian bayi dan ketiga angka stunting kita turunkan sampai di bawah 20 persen. Keempat mengeliminasi penyakit tidak menular, HIV/AIDS, malaria dan penyakit TBC. Terakhir, menyukseskan Jaminan Kesehatan Nasional,” kata Yulianto.

Gubernur Ganjar Pranowo menambahkan, prioritas masalah kesehatan memang cukup kompleks. Namun, belakangan masalah kesehatan yang menonjol adalah penyakit tidak menular.

Oleh karena itu, jelas Ganjar, diperlukan adanya perubahan perilaku untuk bergaya hidup sehat.

“Sebenarnya ini PR bersama. Kalau kita tidak bisa menjaga kebersihan lingkungan dan kebersihan diri, maka potensi penyakit itu muncul. Pesan itu diberikan, agar kita bisa memperbaiki kualitas kita. Saya minta mulai dari cuci tangan sebelum makan saja. Sederhana, tapi dilakukan secara masif,” ujar Ganjar.

Lebih lanjut Ganjar mendorong kepada masyarakat Jateng, untuk menerapkan perilaku hidup sehat dan mencegah penyakit tidak menular. (Bud)

Artikel sebelumnyaPPP Jateng Sebut Pilkada Langsung Memang Berbiaya Tinggi
Artikel selanjutnyaPLN Dan Kejati Jateng Jalin Sinergitas Untuk Penyelesaian Kasus Kelistrikan