Galakkan Germas, Dinas Kesehatan Tes Kebugaran Pegawai OPD di Jateng

Kepala Bappeda Jateng Prasetyo Aribowo (kaos merah) mengikuti tes kebugaran yang diadakan Dinas Kesehatan Jateng di GOR Tri Lomba Juang Semarang, Jumat (5/4).

Semarang, Idola 92.6 FM – Dinas Kesehatan Jawa Tengah melakukan tes kebugaran dengan menggunakan metode rockport kepada dua organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan pemprov di GOR Tri Lomba Juang, Jumat (5/4). Dua OPD yang dilakukan tes kebugaran adalah Bappeda dan Inspektorat Wilayah Jateng.

Seluruh pegawai di dua OPD di lingkungan Pemprov Jateng, mulai dari kepala dinasnya hingga ke staf terbawah mengikuti tes kebugaran. Tes dilakukan, untuk mengukur tingkat kebugaran jasmani berdasarkan umur peserta tes.

Kepala Bappeda Jateng Prasetyo Aribowo mengatakan dalam tes kebugaran yang dilakukan Dinas Kesehatan, ia mendapatkan nilai cukup.

Prasetyo yang sekarang berusia 58 tahun ini berusaha menjaga kebugaran jasmaninya, di tengah kesibukan pekerjaan. Sebab, dengan tuntutan pekerjaan yang makin berat harus ditunjang dengan kebugaran jasmani.

Menurutnya, menjaga kesehatan sangat penting karena merupakan investasi yang berharga.

“Tujuannya yang pertama ngetes kebugaran saya, dan kedua ikut memotivasi staf untuk hidup sehat, bugar serta tetap menjaga kesehatan. Upaya promotif itu penting, karena makin bugar maka penyakit menghindar. Sehingga, tindakan kuratif makin turun dan masyarakat makin sehat,” kata Prasetyo.

Lebih lanjut Prasetyo menjelaskan, meski usia sudah tidak lagi muda, namun dirinya tetap berupaya menjaga kebugaran dengan rajin berolahraga. “Paling tidak seminggu tiga kali, durasi sekitar 30 menit,” ujarnya.

Staf Dinas Kesehatan Jateng Bidang Kesehatan Masyarakat Seksi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Kesehatan Olahraga, Indiyah menambahkan, setiap peserta tes kebugaran akan dinilai berdasarkan usia. Sehingga, dengan melakukan pengukuran kebugaran jasmani akan bisa mengetahui tingkat kebugaran masing-masing individu.

“Sehingga, kita bisa mengetahui tingkat kebugaran masing-masing, dan nanti akan diberikan rekomendasi untuk jenis latihan apa atau olahraga apa yang harus dilakukan setiap minggunya. Jadi, olahraga itu intinya adalah berbeda di setiap individu sesuai dengan status kebugaran kita masing-masing,” jelas Indiyah.

Indiyah menjelaskan, apabila status kebugarannya relatif lebih baik, maka akan banyak olahraga yang bisa dilakukan. Namun, jika tingkat kebugarannya kurang, sebaiknya jangan memaksakan diri untuk berolahraga setiap hari.

“Berolahraga mungkin cukup dua kali seminggu, dengan durasi waktu maksimal 40 menit,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaPemkab Rembang Mampu Entaskan Warga Penerima PKH
Artikel selanjutnyaBagaimana Mewujudkan Toleransi agar Melekat Menjadi Kimiawi atau DNA bagi Bangsa, bukan Semata Kosmetik?

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini