Pemprov Jateng Bakal Buka Kembali Lelang Jabatan

Ganjar Pranowo
Ganjar Pranowo, Gubernur Jateng.

Semarang, Idola 92.6 FM – Beberapa jabatan kepala dinas di lingkungan Pemprov Jawa Tengah, diketahui sudah lowong cukup lama. Saat ini, jabatan kepala dinas dipegang pelaksana tugas (plt).

Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan ada sebelah jabatan yang kosong, dan dalam waktu dekat akan segera dibuka lelang. Lelang jabatan itu nantinya akan digelar secara terbuka, dan siapapun serta dari daerah lain bisa ikut mendaftar.

Menurutnya, waktu pelaksanaan lelang jabatan diperkirakan dibuka pekan depan.

Ganjar menjelaskan, saat ini sudah ada beberapa pegawai dari provinsi lain menanyakan tentang lelang jabatan. Bahkan, beberapa aparatur sipil negara (ASN) dari 35 kabupaten/kota di Jateng juga menyatakan ingin mendaftar.

“Kira-kira ada sebelas, dan seperti biasanya karena ada tradisi kita untuk rekruitmen terbuka atau promosi terbuka. Saya sudah minta untuk mereka yang berkarir dari dalam, untuk diadakan semacam talent scouting. Mencari mereka yang berbakat, untuk didorong maju mendaftar. Atau barang kali kalau ada yang luar ingin masuk, kami perbolehkan. Mudah-mudahan, minggu depan sudah bisa diumumkan kepada publik. Sehingga, siapapun yang mau mendaftar kita buka,” kata Ganjar, Selasa (12/11).

Ganjar lebih lanjut menjelaskan, proses lelang jabatan dilakukan dengan cukup ketat dan diuji panitia seleksi yang sudah ditunjuk. Panitia seleksi itu merupakan orang-orang profesional, dan mempunyai kompetensi di bidangnya masing-masing.

“Saya butuh orang yang memiliki terobosan dan berani, bukan ragu-ragu. Orang-orang yang bisa memitigasi persoalan dan menghitung risiko bila mungkin terjadi. Kalau tidak, nanti persoalan larinya ke saya,” tegasnya.

Diketahui, jabatan yang saat ini kosong di lingkungan Pemprov Jateng di antaranya adalah direktur RSUD Moewardi Surakarta, direktur RSUD Purwokerto dan RSJD Semarang. Kemudian juga ada kepala Kesbangpol, kepala Dinas Sosial, Kepala Disnakertrans dan kepala Biro Hukum Setda Jateng. (Bud)

Artikel sebelumnyaInstrumen Apa yang Mesti Disiapkan agar Program Kartu Pra Kerja Tak Sekadar Menjadi Pencitraan?
Artikel selanjutnyaBapenda Jateng Kumpulkan Pajak Kendaraan Rp3,8 Triliun Per Oktober 2019

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini