Tingkatkan Keselamatan Bandara Ahmad Yani, AP I Gandeng ACI

Tim auditor ACI
Tim auditor ACI foto bersama dengan manajemen Angkasa Pura I dan manajemen Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani.

Semarang, Idola 92.6 FM – Guna mengevaluasi keselamatan penerbangan di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Angkasa Pura I menggandeng Airport Council International (ACI). Evaluasi ini merupakan inisiatif dari Angkasa Pura I, melalui kegiatan Airport Excellence in Safety.

Direktur Operasional Angkasa Pura I Wendo Asrul Rose mengatakan kegiatan itu dilakukan, untuk meningkatkan kepatuhan dan kesesuaian dengan standar International Civil Aviation Organization (ICAO). Karena, keselamatan menjadi prinsip mutlak dalam sektor penerbangan yang harus dijaga dan ditingkatkan kualitasnya.

Wendo menjelaskan, untuk mewujudkan keunggulan operasi bandara dari aspek keselamatan, maka Angkasa Pura I melakukan evaluasi keselamatan bandara secara periodik. Aspek-aspek penunjang keselamatan di bandara itu meliputi pertolongan kecelakaan penerbangan dan pemadam kebakaran, informasi keselamatan dan manajemen keselamatan di apron dan sebagainya.

Menurutnya, tim auditor itu terdiri dari manajemen bandara internasional dari berbagai negara.

“Ini adalah bandara kelima. Semarang itu bandara yang dikelola Angkasa Pura I yang sudah mendapat international sertified atau pengakuan dari sisi sekuritinya. Kalau kita dibilang bandaranya dari sisi safety dan security, bagaimana implementasinya? Tentunya, kita tidak bisa menilai diri kita sendiri. Untuk mendapatkan international sertified atau pengakuan secara internasional apa kita kita sudah patuh dengan regulasi yang ada? Kita pengen ada yang independen,” kata Wendo, kemarin.

Wendo lebih lanjut menjelaskan, sebelum Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang yang dievaluasi ACI, bandara lainnya juga telah dievaluasi. Yaitu Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara Internasional Sepinggan Balikpapan, Bandara Internasional Juada Surabaya dan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar. (Bud)

Artikel sebelumnyaJumlah UMKM Kota Semarang Capai 17 Ribuan
Artikel selanjutnyaDLHK Jateng Sebut Luasan Hutan Yang Terbakar Sepanjang Musim Kemarin 1.100 Hektare

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini