Bagian Artefak Candi Duduhan Mijen Hilang

Tri Subekso, arkeolog

Semarang, Idola 92,6 FM-Masyarakat kampung di sekitar Candi Duduhan Mijen kaget, karena mendapati ada tiga bagian artefak yang hilang. Hilangnya tiga benda arkeologi itu, sangat disayangkan banyak pihak.

Salah satu arkeolog Semarang Tri Subekso menyayangkan tindakan pencurian artefak di Candi Duduhan Mijen, karena tidak menghargai nilai sejarah. Tiga artefak yang hilang itu adalah lapik sesaji, arca Lembu Nandi dan kemuncak.

Menurutnya, ketiga benda arkeologi itu memiliki fungsi sebagai tempat sesajian dan tatanan dalam ajaran Shiwa serta bagian teratas sebuah candi.

Subekso menjelaskan, yang lebih disayangkan lagi adalah ketiga benda artefak itu belum terdaftar sebagai benda cagar budaya. Dengan hilangnya benda arkeologi ini, maka turut hilang pula beberapa data untuk kajian lebih lanjut tentang sejarah peradaban di kawasan Mijen.

“Yang hilang itu berupa potongan atau fragmen dari arca Nandi. Ada lagi lapik sesaji, itu berada dalam satu tempat. Dan yang satunya adalah kemuncak. Jarak antara kemuncak dan dua benda tadi itu, tidak sampai 10 meter. Tiga benda arkeologis ini adalah bagian dari bangunan Candi Duduhan,” kata Subekso, Sabtu (11/7).

Lebih lanjut Subekso menjelaskan, selama ini memang keberadaan Candi Duduhan berada di pinggir jalan. Sebelumnya, pada 1991 silam Pemkot Semarang akan membuat taman sejarah tetapi hingga sekarang belum terealisasi.

“Pada saat itu tidak jelas, mengapa proyek pembuatan taman sejarah tidak jadi dikerjakan dan akhirnya mangkrak. Hingga kemudian, diketahui ada tiga benda artefak yang hilang,” pungkasnya. (Budi Aris)

Artikel sebelumnyaTidak Hanya Kota Semarang, Pemprov Juga Ingatkan Jepara dan Kudus Jadi Zona Merah COVID-19  
Artikel selanjutnyaLebih Dekat dengan Bonnie Triyana, Pendiri Majalah Historia