Bandara Ahmad Yani Semarang Hanya Layani Sejutaan Penumpang Selama 8 Bulan Ini

Vounter layanan di Bandara Ahmad Yani
Calon penumpang melintasi vounter layanan di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Selasa (1/9).

Semarang, Idola 92,6 FM – Selama masa pandemi COVID-19 berlangsung hingga delapan bulan, membuat sektor-sektor perekonomian mengalami perlambatan. Termasuk di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, yang mengalami penyusutan jumlah penumpang cukup besar.

General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang Hardi Ariyanto mengatakan pergerakan penumpang sepanjang Januari hingga Agustus 2020, tidak cukup bagus dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Padahal, bandara di Semarang itu mempunyai target jumlah penumpang per tahunnya antara 4-5 juta penumpang.

Hardi menjelaskan, selama delapan bulan di tahun ini hanya melayani 1.020.000 penumpang penerbangan domestik ke sejumlah kota di Indonesia. Sehingga, Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang mengalami penyusutan pendapatan hingga minus 80 persen dibanding tahun sebelumnya.

Menurutnya, saat ini mulai sedikit ada perubahan pergerakan jumlah penumpang pada Agustus 2020 kemarin dengan 74 ribu penumpang yang menggunakan bandara di Semarang.

“Hasil dari survei di tingkat bandara bahwa yang dikeluhkan masyarakat pengguna jasa, mereka mengaku sulit dengan adanya syarat Rapid Test. Karena itu merupakan tambahan bagi penumpang untuk mengeluarkan anggaran lebih, sebelum bepergian,” kata Hardi, Selasa (1/9).

Lebih lanjut Hardi menjelaskan, untuk saat ini masih kebanyakan penumpang penerbangan domestik karena penerbangan internasional belum dibuka. Sedangkan untuk bandara yang membuka penerbangan luar negeri adalah Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Bandara Djuanda Surabaya dan International Yogyakarta Airport.

“Kalau untuk penerbangan domestik, tercatat ada 12.300 flight. Jumlah ini lebih sedikit dibanding Januari 2020, yang bisa mencapai 24 ribu flight,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaPemprov Akan Fokus Beri Stimulus ke UMKM Jateng Untuk Hadapi Resesi Ekonomi
Artikel selanjutnyaEkonom: Inovasi dan Kreativitas Jadi Modal Dasar Bangkit di Masa Pandemi