Pemprov Akan Fokus Beri Stimulus ke UMKM Jateng Untuk Hadapi Resesi Ekonomi

Buruh pabrik rokok di Temanggung
Sejumlah buruh tengah bekerja di sebuah pabrik rokok di Temanggung.

Semarang, Idola 92,6 FM – Pemprov Jawa Tengah akan mengambil jurus jitu, dalam rangka menghadapi resesi ekonomi karena dampak pandemi COVID-19. Salah satunya, pemberian stimulus ekonomi dengan membeli produk olahan pelaku UMKM di Jateng.

Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan ancaman resesi ekonomi karena COVID-19, terus menghantui perekonomian dalam negeri. Sejumlah pengamat ekonomi meramalkan, Indonesia masuk jurang resesi ekonomi pada September 2020.

Ganjar menjelaskan, dalam upaya menghadapi dan menahan masuk ke jurang resesi ekonomi terus dilakukan dan dipetakan jurus-jurus pamungkas. Salah satunya, dengan menyiapkan langkah strategis dalam mendorong bangkitnya ekonomi kerakyatan di Jateng.

Menurutnya, pemberian stimulus bagi usaha kecil dan mikro bisa menjadi jurus jitu dalam menahan gempuran resesi ekonomi.

“Sekarang yang mesti disiapkan kita bertahan, maka kita baru saja ketemu dengan para pemangku kepentingan. Khususnya usaha, kecil dan mikro, agar bisa bangkit. Maka, pemerintah sebagai stimulator dan dinamisator dalam beberapa hal, bisa menjadi offtaker karena regulasinya memungkinkan,” kata Ganjar, Selasa (1/9).

Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, pemprov sudah memetakan sektor-sektor yang perlu mendapat dorongan kuat dan pertolongan segera untuk menghindari resesi ekonomi.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jateng Soekowardojo menambahkan, pihaknya sepakat jika pelaku UMKM mendapat pertolongan pertama guna menghindari resesi ekonomi.

“Oleh karenanya, upaya untuk mendigitalisasikan UMKM dan mengenalkan market place kepada UMKM serta pemanfaatan internet of thing sangat penting. Karena berguna bagi produksi dan pemasaran produk UMKM. Serta, mengenalkan UMKM kepada pembayaran nontunai merupakan hal yang utama untuk mengajak UMKM kita keluar dari persoalan ini,” ujar Soekowardojo.

Lebih lanjut Soekowardojo menjelaskan, dengan stimulus yang diberikan kepada pelaku UMKM untuk kebangkitan perekonomian diharapkan di triwulan ketiga dan keempat tahun ini bisa segera membaik. Sehingga, ekonomi bisa pulih walaupun pertumbuhannya tidak sampai satu persen. (Bud)

Artikel sebelumnyaDinas Pendidikan Jateng Minta Jangan Ada Lagi Penahanan Ijazah Siswa
Artikel selanjutnyaBandara Ahmad Yani Semarang Hanya Layani Sejutaan Penumpang Selama 8 Bulan Ini