BPS Jateng Sebut Respon Rate Sensus Penduduk Tertinggi

Gubernur Ganjar Pranowo menerima penghargaan dari Kepala BPS Jateng Sentot Bangun Widoyono karena warganya memberikan respon yang bagus terkait Sensus Penduduk 2020

Semarang, Idola 92,6 FM-BPS Jawa Tengah menyatakan, respon masyarakat dalam mendukung program Sensus Penduduk 2020 sangat positif. Terbukti, Jateng menjadi provinsi tertinggi respon rate dalam Sensus Penduduk 2020.

Kepala BPS Jateng Sentot Bangun Widoyono mengatakan provinsi ini satu-satunya wilayah, yang paling tinggi angka keikutsertaannya dalam kegiatan Sensus Penduduk 2020. Tidak hanya tertinggi secara nasional, tetapi juga melampaui target yang telah ditetapkan.

Menurutnya, hal itu tidak lepas dari kebijakan yang digariskan Pemprov Jateng dan diikuti respon positif dari masyarakatnya.

Sentot menjelaskan, faktor lain yang juga membuat capaian Sensus Penduduk 2020 tinggi adalah kerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kanwil Kementerian Agama. Sehingga, memberi pengaruh cukup besar terhadap keberhasilan kegiatan Sensus Penduduk 2020.

“Kebetulan Jawa Tengah itu respon sensus penduduk online yang kami lakukan dari pertengahan Februari sampai dengan Mei, itu tertinggi di Indonesia. Nasional itu sekitar 53 juta responden, Jawa Tengah itu 9,6 juta responden penduduk yang sudah melakukan up date mandiri dengan cara online. Kebetulan, kita juga melewati target,” kata Sentot saat menyampaikan penghargaan kepada Gubernur Ganjar Pranowo, Senin (13/7).

Sementara Gubernur Ganjar Pranowo menyatakan, dengan tingginya respon masyarakat Jateng terhadap Sensus Penduduk 2020 ini memberi dampak cukup baik. Salah satunya soal akurasi data di lapangan.

“Setiap kita mau melakukan survei dari BPS atau dari pemerintah, itu direspon baik. Memang respon masyarakat ini cukup membantu, sehingga bantuan yang diberikan kepada masyarakat itu membikin data-data kita Insya Allah lebih akurat. Dan saya terima kasih kepada masyarakat Jawa Tengah,” ujar Ganjar.

Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, dengan akurasi data di lapangan akan memberikan keuntungan bagi pemerintah dalam mengambil keputusan. Karena, hal itu sesuai dengan kondisi yang terjadi di masyarakat. (Budi Aris)

Artikel sebelumnyaJika Covid-19 Memaksa Kita untuk Melakukan  “Great Reset”, Maka Bidang Apa Saja yang Mengalami Reset atau Di-nolkan Selain Cara Hidup Sehari-hari?
Artikel selanjutnyaBawaslu Jateng Minta KPU Cermat Rekrut Tenaga PPDP