Bulog Jateng: Stok Beras Aman hingga Enam Bulan ke Depan

Pekerja gudang Bulog Kaliwungu
Pekerja di gudang Bulog Kaliwungu, Kendal sedang menaikkan beras ke truk sebelum didistribusikan ke daerah sekitar.

Semarang, Idola 92.6 FM – Bulog Jawa Tengah menjamin ketersediaan beras yang ada di Jawa Tengah lebih dari cukup untuk enam bulan ke depan. Saat ini, tercatat stok mencapai 143.749 ton beras medium. Stok tersebut belum termasuk stok Cabang Kedu dan Banyumas sebanyak 21.000 ton yang operasionalnya di bawah Kanwil Yogyakarta.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Jateng Basirun mengungkapkan, jumlah tersebut lebih dari cukup, karena setiap kabupaten/kota juga mempunyai cadangan beras rerata 100 ton. Stok itu sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga enam bulan ke depan. Setiap hari Bulog Jateng rerata menyalurkan stoknya sebanyak 1.500 ton beras.

“Untuk menghadapi kondisi darurat karena bencana alam juga tidak perlu khawatir. Karena ketersediaan stok beras di Jateng masih aman hingga saat ini,” kata Basirun baru-baru ini.

Namun demikian, lanjut Basirun, pihaknya tetap terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat dalam hal memonitor ketersediaan beras dan juga pendistribusiannya tetap terjaga dengan baik.

Dia mengatakan, hasil pengamatan di sejumlah pasar konsumen di Jawa Tengah selama bulan Desember ini harga beras juga masih cukup stabil, tidak ada kenaikan signifikan.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Jateng Agus Wariyanto menyatakan, jika memang status ketersediaan pangan di provinsi ini masih mencukupi. Sehingga, jika ada kabupaten/kota yang mengalami bencana alam dan membutuhkan pasokan beras tidak perlu khawatir.

“Kami juga masih ada cadangan pangan pemerintah provinsi, dalam rangka menghadapi bencana di musim hujan. Pak gub itu setiap tahun mencadangkan tidak kurang 200 ton beras, dan posisi sekarang masih ada 150 ton yang ada di gudang di Soropadan. Jadi itu untuk menangani, apabila terjadi kondisi darurat,” ujar Agus.

Agus menjelaskan, stok beras yang ada di Jateng juga tak hanya siap untuk memenuhi kebutuhan warganya saja. Jika ada daerah yang mengalami defisit pangan, Jateng siap memenuhi permintaan. (bud/her)

Artikel sebelumnyaMemasuki Musim Penghujan, Jumlah Pasien DBD di RSUD Wongsonegoro Semarang Meningkat
Artikel selanjutnyaAntisipasi Banjir, Pemprov Jateng Meminta Bupati/Wali Kota se-Jateng Sediakan Gethek Bagi Warga

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini