Dinkes Jateng Belum Temukan Ada Korelasi Penularan COVID-19 Lewat Daging Kurban  

Yulianto Prabowo, Kepala Dinkes Jateng

Semarang, Idola 92,6 FM-Dinas Kesehatan Jawa Tengah menyatakan pada saat perayaan hari raya Idul Adha, yang harus mendapat kewaspadaan adalah penyebaran penyakit zoonosis. Sedangkan penularan COVID-19 melalui daging kurban, belum ada penelitian yang menyatakannya.

Kepala Dinkes Jateng Yulianto Prabowo mengatakan untuk pengawasan dan pemeriksaan hewan kurban, menjadi kewenangan dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan. Namun, pihaknya tetap mewanti kepada masyarakat untuk berhati-hati dengan penularan penyakit zoonosis dari hewan ke manusia.

Yulianto menjelaskan, ada beberapa penyakit yang dibawa hewan bisa menular kepada manusia dan cukup berbahaya. Salah satunya adalah penyakit Antraks, yang sifatnya mematikan jika sampai menginfeksi manusia.

Menurutnya, yang terpenting adalah dilakukan pengawasan dari proses penyembelihan hingga pendistribusiannya.

“Hewan kurban condong bukan ke COVID-19, tapi ke Antraks dan cacing hati. Semacam itu. Karena penyakit zoonosis itu penyakit dari hewan, yang bisa menular pada manusia itu cukup banyak. Itu yang kita waspadai. Bahkan, dari 10 penyakit menular itu sebagian besar zoonosis yang bersumber dari hewan,” kata Yulianto, Kamis (2/7).

Lebih lanjut Yulianto menjelaskan, masyarakat yang berada di zona-zona berbahaya penyebaran virus Korona harus lebih berhati-hati pada saat pelaksanaan penyembelihan hewan kurban. Terutama, menghindari adanya kerumunan pada saat proses penyembelihan hingga pendistribusiannya.

“Petugas yang menyembelih dan pendistribusi harus dibedakan, serta memakai masker atau face shield jika memiliki. Yang terpenting, jangan ada kerumunan masyarakat,” tandasnya. (Budi Aris)

Artikel sebelumnyaJelang New Normal, Pertamina Sebut Konsumsi Avtur Masih Jauh di Bawah Normal
Artikel selanjutnyaPercepat Penanganan COVID-19, Pemprov Bentuk Enam Korwil