Dinkes Jateng Sebut Kondisi Tenaga Medis Yang Jalani Isolasi di Hotel Kesambi Hijau Cukup Baik

Yulianto Prabowo
Yulianto Prabowo, Kadinkes Jateng.

Semarang, Idola 92,6 FM – Dinas Kesehatan Jawa Tengah menyatakan, semua tenaga kesehatan yang menjalani masa karantina selama 14 hari di Hotel Kesambi Hijau terpantau cukup sehat. Dinkes terus memantau perkembangan dari semua tenaga kesehatan, yang saat ini sudah menjalani isolasi empat hari.

Kepala Dinkes Jateng Yulianto Prabowo mengatakan pihaknya sudah memantau langsung di lapangan, seluruh tenaga kesehatan yang berada di Hotel Kesambi Hijau Semarang. Semua dokter dan perawat yang sedang menjalani masa karantina, semua merasa sehat dan cukup nutrisi serta rutin berolahraga setiap pagi.

Yulianto menjelaskan, untuk saat ini pihaknya sudah memberikan instruksi kepada seluruh tenaga kesehatan di rumah sakit rujukan COVID-19 selalu menjalankan prosedur tindakan dan upaya pengendalian infeksi.

Menurutnya, seluruh tenaga kesehatan juga diminta tetap mengutamakan upaya-upaya pengendalian infeksi dengan memakai alat pelindung diri (APD) sesuai dengan levelnya.

“Mengenai kondisinya para teman-teman (tenaga medis) yang ada di karantina di Hotel Kesambi Hijau, secara umum kondisinya bagus. Saya baru saja memantau ke sana, dan baik-baik saja. Memang kemarin ada salah satu yang sakit, tapi sakitnya tidak karena COVID-19. Sudah ditangani, dan sudah membaik kondisinya,” kata Yulianto, Selasa (21/4).

Lebih lanjut Yulianto menjelaskan, pihaknya terus memastikan bahwa seluruh kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat tetap berjalan. Sehingga, masyarakat tidak perlu khawatir karena pelayanan kesehatan non COVID-19 tetap berjalan.

“Masyarakat yang membutuhkan pelayanan medis di luar pelayanan COVID-19 tetap bisa berjalan normal. Tetapi, masyarakat yang datang ke rumah sakit memang benar-benar membutuhkan pelayanan kegawatdaruratan,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaMengkalkulasi Kemerosotan Harga Minyak Dunia akibat Pandemi Corona
Artikel selanjutnyaRSUP dr Kariadi Sebut Ada Penurunan Pelayanan Kesehatan Non COVID-19 Hingga 50 Persen