Juni Ini PLN Pastikan Tak Ada Kenaikan Tarif Listrik

Bob Saril, Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN

Semarang, Idola 92,6 FM-Guna menjawab keluhan dan penasaran masyarakat soal kenaikan tarif listrik, PLN memastikan tidak ada kenaikan pada Juni 2020.

Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril dalam rilis mengatakan dalam penghitungan tagihan rekening listrik bulan ini, dipastikan tidak ada kenaikan tarif listrik.

Bob menjelaskan, adanya kenaikan tagihan listrik lebih disebabkan karena adanya peningkatan penggunaan listrik selama berada di rumah. Terutama, adanya kebijakan berada di rumah pada saat pandemi COVID-19.

Menurutnya, pada saat diberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan bertepatan bulan puasa ada kecenderungan kenaikan pemakaian listrik dari pelanggan.

“Perhitungan tagihan listrik terdiri dari dua komponen utama, yaitu pemakaian yang dikalikan dengan tarif listrik. Sejak tahun 2017 tarif listrik tidak mengalami kenaikan. Kami mendengar dan memahami pelanggan yang mengalami kenaikan tagihan listrik, namun kami pastikan bahwa tidak ada kenaikan tarif,” kata Bob, Rabu (10/6).

Lebih lanjut Bob menjelaskan, pihaknya memastikan tidak melakukan subsidi silang dalam pemberian stimulus COVID-19 kepada pelanggan 450 VA dan 900 VA bersubsidi karena stimulus yang memberikan adalah pemerintah.

“Stimulus COVID-19 murni pemberian pemerintah bukan PLN, dan kami tidak bisa melakukan subsidi silang. Kami diawasi pemerintah, DPR, BPK dan BPKP. Sehingga, tidak mungkin kami melakukan subsidi silang,” jelasnya.

Diketahui, sejak pandemi PLN tidak melakukan pencatatan meter dan tagihan menggunakan penghitungan rerata pemakaian tiga bulan sebelumnya. Bagi pelanggan yang ingin menyampaikan pengaduan terkait tagihan listrik, bisa menghubungi contact center PLN 123 atau dengan mengunjungi kantor layanan pelanggan PLN terdekat. (Budi Aris)

Artikel sebelumnyaDinas Pendidikan Jateng Minta Sekolah Bentuk Gugus Tugas COVID-19
Artikel selanjutnyaAspatria Jateng Siap Mendukung Pariwisata Sehat di Tengah Pandemi