Kapolda Perintahkan Anggota Kawal Pemilih Tetap Bisa Gunakan Hak Suara Meski Sedang Sakit

Kapolda Jateng
Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi didampingi Kabid Humas Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna memberikan keterangan saat memantau pelaksanaan pilkada di Kabupaten Grobogan, Rabu (9/12).

Semarang, Idola 92,6 FM – Polda Jawa Tengah siap memberikan pengawalan kepada KPPS maupun saksi, yang mendatangi tempat-tempat isolasi pasien COVID-19 tetap bisa menggunakan hak pilihnya. Sehingga, seluruh masyarakat yang mempunyai hak pilih bisa menyalurkan meski tidak di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan jajarannya yang bertugas di seluruh TPS di provinsi ini, sudah diminta membantu proses pelaksanaan Pilkada Serentak 2020. Bahkan, mengawal proses pemungutan suara kepada pasien COVID-19 yang sedang menjalani isolasi. Pernyataan kapolda itu dikatakan di sela pemantauan pelaksanaan pilkada di Kabupaten Grobogan, Rabu (9/12).

Kapolda menjelaskan, masyarakat yang saat ini terpapar COVID-19 dan menjalani isolasi tidak perlu khawatir karena masih bisa menyalurkan hak pilihnya. Sebab, petugas KPPS dibantu saksi dan aparat kepolisian akan mendatangi dengan penggunaan protokol kesehatan secara ketat.

Menurutnya, Polri tetap memberikan pelayanan terbaik dalam rangka mewujudkan pesta demokrasi yang jujur dan adil.

“Masyarakat kita yang sakit terkait dengan COVID-19, tetap dilayani hak pilihnya dengan jalan petugas KPPS akan datang dengan ditunjuk pendamping saksi dan ditunjuk wali yang sakit dengan menggunakan protokol kesehatan. Supaya hak pilihnya terpenuhi. Dan ini merupakan bentuk daripada partisipasi masyarakat yang hak pilihnya dilindungi undang-undang,” kata kapolda.

Kapolda lebih lanjut menjelaskan, pihaknya juga fokus pada pengamanan pelaksanaan pilkada di daerah rawan bencana Merapi. Yakni di wilayah Kabupaten Klaten dan Boyolali, karena ada beberapa TPS harus dipindahkan ke tempat aman.

“Di Klaten ada empat TPS di satu desa, dan di Boyolali ada sembilan TPS di tiga desa satu kecamatan. Kita sudah koordinasi dengan teman-teman BPBD bagaimana pola pengamanan pelaksanaannya,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaBerkaca dari Korupsi Bansos Covid-19, Apa Pelajaran yang Bisa Kita Petik?
Artikel selanjutnyaPemkot Solo Minta Pemprov Fasilitasi Rakor Pencegahan COVID-19 se-Solo Raya

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini