Kemas Andi Syarifuddin, Sang Penjaga Naskah Kuno Palembang

Kemas Andi Syarifuddin
Kemas Andi Syarifuddin, Sang Penjaga Naskah Kuno Palembang.

Semarang, Idola 92.6 FM – Mengenal Kemas Andi Syarifuddin, Sang Penjaga Naskah Kuno Palembang. Andi yang juga pengelola Laboratorium Naskah Melayu di UIN Raden Fatah Palembang, memelajari bahasa Palembang termasuk menjaga ratusan manuskrip. Selain bahasa Indonesia, Andi pun mahir dalam berbahasa Melayu dan Palembang.

Ada sekitar 100 manuskrip yang ia simpan. Manuskrip atau naskah kuno tertua yang ia simpan di rumahnya saat ini berusia 300 tahun. Sebagian manuskrip yang Andi simpan ditulis dalam bahasa Melayu–bahasa yang digunakan pada masa kesultanan tetapi ditulis dengan huruf Arab. Bahasa Melayu ini merupakan akar dari bahasa Palembang yang juga kendal dipengaruhi oleh bahasa Jawa, China, dan Belanda.

Kemas Andi Syarifuddin
Kemas Andi Syarifuddin.

Selain sebagai orang yang menyuntuki naskah kuno, Andi memiliki beberapa aktivitas. Yakni, Guru di SD Plus Indo Global Mandiri Palembang, Pengelola Laboratorium Naskah Melayu di UIN Raden Fatah Palembang, dan Pengurus dan Imam Masjid Agung Palembang.

Atas dedikasinya, Andi meraih beberapa penghargaan. Di antaranya, Anugerah Budaya Naksastra Sriwijaya dari Gubernur Sumatera Selatan, Tokoh Peduli Kebudayaan Kota Palembang, dan Penghargaan dari Perpustakaan Nasional Kategori Pelestari Naskah Kuno.

Selengkapnya, mengenai sosok Sang Penjaga Naskah Kuno Palembang, berikut ini wawancara radio Idola Semarang dengan Kemas Andi Syarifuddin. (her)

Berikut podcast diskusinya:

Artikel sebelumnyaSeberapa Besar Kewenangan Pemerintah Pusat dalam Mendesak Kepala Daerah yang Dinilai Kurang Serius dalam Menangani Corona?
Artikel selanjutnyaJateng Terapkan Sanksi Berjenjang Bagi Pelanggar Protokol Kesehatan