Kontraksi Triwulan IV di Jateng Prediksi BI Bisa 1 Persen

Soekowardojo
Soekowardojo, Kepala KPw BI Jateng.

Semarang, Idola 92,6 FM – Perkiraan kontraksi yang terjadi pada Triwulan IV 2020, bisa mencapai minus satu persen hingga nol persen. Namun diakui Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, bahwa pertumbuhan ekonomi di Triwulan IV masih sangat berat.

Kepala KPw BI Jateng Soekowardojo mengatakan pertumbuhan ekonomi di provinsi yang tumbuh positif, hanya terjadi pada Triwulan I 2020 sebesar 2,61 persen. Sementara ekonomi Jateng mulai mengalami kontraksi pada Triwulan II sebesar -5,4 persen, dan di Triwulan III sebesar -3,9 persen.

Menurutnya, secara keseluruhan di 2020 ini ekonomi Jateng tercatat mengalami kontraksi.

Soekowardojo menjelaskan, sejak Triwulan III 2020 kemarin seluruh komponen perekonomian mulai konsumsi rumah tangga dan pemerintah hingga investasi mulai ada geliat. Dengan pelonggaran pembatasan sosial sesuai protokol kesehatan yang ketat dan pemberian stimulus fiskal kepada masyarakat, diharapkan bisa mendorong kinerja perekonomian lebih baik lagi.

“Triwulan IV ini, kalaupun kontraksi tapi kontraksinya tidak sampai minus tiga persen. Perkiraan kami di Bank Indonesia, antara minus satu persen sampai nol persen. Artinya, kemungkinan besar masih kontraksi. Mudah-mudahan tidak lebih dalam dari satu persen. Pada Triwulan I 2021 besok, kita meyakini sudah positif. Kira-kira begitu. Tapi kalau di Triwulan II sudah dipastikan positif semua,” kata Soekowardojo, Kamis (3/12).

Lebih lanjut Soekowardojo menjelaskan, dalam upaya mendorong pemulihan ekonomi yang lebih cepat itu dilakukan berbagai pembukaan sektor ekonomi prioritas. Di antaranya adalah meningkatkan kapabilitas UMKM, memercepat realisasi program pemerintah dan meningkatkan penyaluran pembiayaan dari perbankan.

“Ke depan, kami dari Bank Indonesia sangat optimis bahwa perekonomian Jawa Tengah bisa berkembang lebih baik. Karena itu, penerapan protokol kesehatan yang ketat akan menjadi kebiasaan sampai batas waktu yang belum bisa diperkirakan,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaDinkes Jateng Terus Minta RS Rujukan Tambah Tempat Tidur
Artikel selanjutnyaPandemi, Peredaran Upal di Jateng Naik 18,8 Persen

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini