Memasuki Bulan Kelima, Kapasitas Pengetesan Covid-19 Masih Minim. Terobosan Apa yang Mestinya Dilakukan untuk Terus Meningkatkannya?  

Semarang, Idola 92.6 FM-Upaya pengetesan menjadi salah satu upaya surveilans selain pelacakan dan isolasi. Namun sayangnya, memasuki bulan ke lima masuknya Covid-19 ke Indonesia, belum semua daerah mampu melakukannya. Justru terjadi ketimpangan pengetesan Covid-19 antardaerah.

Divisi Pengembangan Strategi Penanggulangan Bencana BNPB Agus Wibowo mengakui, belum semua daerah melakukan test pemeriksaan virus corona sesuai yang disarankan WHO, yakni: 1 tes per 1.000 penduduk/ minggu. Di Indonesia hingga saat ini hanya 8 provinsi yang memenuhi saran WHO, yakni: Sumatera Utara, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Bali, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Gorontalo, dan Papua.

Untuk meningkatkan kapasitas pengetesan, Pemerintah disarankan memakai metode Pool Test Covid-19. Peneliti Laboratorium Molekuler Diagnostik DKI Jakarta Ungke Antonjaya menyatakan, metode pool test Covid-19 menggabungkan beberapa spesimen dalam satu kali test untuk meningkatkan kapasitas pemeriksaan virus corona. Pool test juga dilakukan untuk menanggulangi kapasitas laboratorium pemeriksaan Covid-19 yang tidak dipenuhi di sejumlah daerah.

Lantas, memasuki bulan kelima, kapasitas pengetesan Covid-19 di Indonesia dinilai masih minim oleh WHO dan belum merata. Terobosan apa yang mestinya dilakukan dalam upaya meningkatkan pengetesan Covid-19? Apa sesungguhnya faktor yang membuat upaya pengetesan masih timpang?

Guna menjawab pertanyaan-pertanyaan itu,  radio Idola Semarang berdiskusi dengan Ahli Epidemiologi Universitas Padjajaran Bandung, Dwi Agustian. (her)

https://anchor.fm/radio-idola/episodes/wawancara-bersama-Ahli-Epidemiologi-Universitas-Padjajaran-Bandung–dr–Dwi-Agustian–MPH–PhD-ehjudi

Artikel sebelumnyaBagaimana Memastikan Jaminan Kredit Modal Kerja Senilai Rp 1 Triliun Dapat Berdampak bagi Korporasi?
Artikel selanjutnyaTertangkapnya Buron Djoko Tjandra, Dapatkah Ini Menjadi Momentum Membersihkan Lembaga Penegak Hukum?