Membaca Dampak Radioaktif Cesium 137?

Lokasi temuan Radioaktif Cesium 137
Lokasi temuan Radioaktif Cesium 137 di Tangerang Selatan.

Semarang, Idola 92.6 FM – Publik baru-baru ini dihebohkan dengan temuan sebidang tanah kosong di Perumahan Batan Indah Tangerang Selatan yang terkontaminasi radioaktif. Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) Heru Umbara mengatakan pihaknya berupaya mengangkut sisa tanah yang terkontaminasi zat radioaktif. Dia mengatakan, aparat gabungan yang terdiri dari Batan, Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) dan Kepolisian, kemarin telah mengangkut 28 drum tanah dari 100 drum yang ditargetkan akan dibawa ke laboratorium Batan.

Sejak lima hari proses penggalian dan pengangkutan, aparat gabungan telah mengangkut total 115 drum dengan kedalaman penggalian hingga 30 sentimeter. Ada lima titik penggalian dan pengangkutan sesuai penemuan lima lokasi Caesium 137 oleh Bapeten pada 30-31 Januari lalu. Heru menambahkan saat ini nilai radiasi telah berkurang usai dilakukan proses pengangkutan. Namun, ia enggan menyebutkan nilai paparan terakhir. Angka itu menurutnya akan disampaikan dalam waktu dekat.

Lantas, apa sesungguhnya yang terjadi di balik temuan Cesium 137 di Tangerang Selatan? Apa sesungguhnya bahaya dan dampaknya bagi lingkungan dan manusia? Dan, bagaimana mengantisipasi agar kasus ini tak terjadi di tempat lain?

Guna mengupas persoalan ini, radio Idola Semarang berdiskusi dengan Dosen dan Peneliti Iptek Nuklir UGM Yogyakarta Dr Ir Yudi Utomo Imardjoko, M.Sc. (Heri CS)

Berikut diskusinya:

Artikel sebelumnyaBagaimana Mestinya Pemerintah Menyiapkan “Omnibus Law” RUU Cipta Kerja secara Matang agar Tidak Menjadi Produk Gagal?
Artikel selanjutnyaPemprov Jateng Upayakan Perbaikan RTLH Bisa Jangkau ke Daerah Pelosok

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini