Mengenal “Serumpun Berpantun” bersama Ketua Majelis Adat Budaya Melayu Kalbar Prof Chairil Effendy

Tradisi Melayu Full
Prof Chairil dalam tradisi Melayu Full ketika menghantarkan pernikahan putri sulungnya di Rumah Melayu--Majelis Adat Budaya Melayu Kalbar. (Foto: by Nuris)

Semarang, Idola 92.6 FM – Sekumpulan orang yang memiliki komunitas pelestari sastra lisan pantun di beberapa negara akan menyelenggarakan kegiatan Serumpun Berpantun. Karena di tengah Pandemi, acara akan digelar secara virtual, pada Rabu, 16 Desember 2020. Sebagai tuan rumah, Pontianak Kalimantan Barat.

Serumpun Berpantun lahir dari komunitas yang melestarikan sastra lisan pantun di negeri serumpun. Di antaranya, Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Pontianak ditunjuk sebagai tuan rumah karena tradisi pantunnya sangat kental. Pantun akrab bagi masyarakat Pontianak dalam kehidupan sehari-hari.

Tetua adat MABM
Tetua adat MABM menyambut tamu dalam acara budaya serumpun Melayu. (Foto: by Nuris)

Gelaran Serumpun Berpantun yang merupakan event terbesar akhir tahun 2020 di tengah Pandemi Covid-19 namun kental sastra yang membawa aura bahagia. Sastra lisan pantun jadi penawar sakit akibat Covid-19 yang menyerang pemilik imunitas tubuh yang lemah. Untuk itu guru seluruh Indonesia mendapatkan tantangan untuk belajar secara daring. Momentum adalah Serumpun Berpantun. Event internasional yang mudah dipahami dan dimengerti.

Pantun dan syair
Pantun dan syair dihantar dengan tar atau tetabuh hadrah. (Foto: by Nuris)

Pendaftarannya free alias gratis. Jumlah peserta daring tanpa batas. Tanpa biaya. Bahkan memperoleh sertifikat internasional dengan langgam Warisan Budaya Tak Benda Unesco Perserikatan Bangsa-bangsa. Lantaran serumpun berpantun mendaftarkan giat di jalur WBTB Unesco. Sarana pendaftaran di formulir online. Peserta juga mendapatkan E-Book Pantun sebagai referensi.

Serumpun Berpantun lahir dari komunitas yang melestarikan sastra lisan pantun di negeri serumpun. Antara lain Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam. Pontianak ditunjuk sebagai tuan rumah karena tradisi pantunnya sangat kental. Dan daily life sehari-hari. Kegiatan akan dibuka oleh Asosiasi Tradisi Lisan Indonesia dan Malaysia serta Brunei Darussalam.

Selengkapnya mengenal apa itu kegiatan Serumpun Berpantun berikut ini wawancara radio Idola Semarang dengan Prof Dr H Chairil Effendy, MS, Ketua Majelis Adat Budaya Melayu Kalbar. (Nuris/yes/her)

Dengarkan podcast wawancaranya:

Artikel sebelumnyaDinas Kesehatan Jateng Pastikan Akhir Tahun Ada Penambahan 7.500 Tempat Tidur
Artikel selanjutnyaMenatap 2021, Bagaimana Membangun Kolaborasi di Tengah Pandemi Demi Mempercepat Pemulihan Krisis Kesehatan dan Ekonomi?