Menyoroti Karut Marut Lapas dan Rutan, Mestikah Persoalan Ini akan Selalu Menjadi Bom Waktu?

Semarang, Idola 92.6 FM-Permasalahan di lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan) yang ada di Indonesia kembali terungkap. Terbaru, diceritakan oleh aktivis Papua, Surya Anta yang sempat ditahan di Rutan Salemba, Jakarta. Surya Anta mengungkap praktik pemalakan dan jual beli narkoba yang lazim dilakukan di sana. Namun, masalah di dalam lapas dan rutan bukan baru kali ini terjadi.

Surya Anta bercerita mengenai Rutan Salemba, Jakarta Pusat saat menjalani penahanan usai divonis melakukan tindakan makar. Kala itu, Surya menemukan pelbagai dugaan praktik penyimpangan yang seharusnya dilarang dilakukan oleh narapida di dalam penjara. Kondisi penjara yang tak manusiawi turut dialami oleh para tahanan.

Surya mengawali ceritanya pada hari pertama masuk penampungan Rutan Salemba, dirinya dan rekannya menemukan praktik ‘pemalakan’ oleh para tahanan lama. Angkanya bervariasi, ia dipalak sebesar Rp1 juta. Sementara rekannya lain dimintai uang sebesar Rp3 juta.

Surya juga mengungkapkan bahwa kondisi penampungan dalam rutan Salemba dalam kondisi tak layak. Ia menjelaskan terdapat 410 tahanan yang dikumpulkan dalam satu ruangan yang tak terlalu besar. Tak jarang, para tahanan itu harus mengatur posisi badan dalam posisi miring agar bisa tidur dengan nyenyak. Ia pun melihat bahwa air yang tersedia di penampungan itu tak layak untuk dikonsumsi bagi tahanan. Surya Anta divonis sembilan bulan penjara karena tuduhan makar. Ia dipenjar bersama lima aktivis lainnya.

Ia dianggap melakukan perbuatan makar setelah melakukan aksi demonstrasi di depan Istana Negara dan Mabes TNI AD pada 2019 lalu. Aksi makar yang dituduhkan terhadap keenamnya dilatarbelakangi oleh aksi pengibaran Bendera Bintang Kejora yang memang menjadi simbol kemerdekaan Papua.

 Lalu, mencermati menyoroti karut marut Lapas dan Rutan, mestikah persoalan itu akan selalu menjadi bom waktu? Mengulas ini, radio Idola Semarang mewawancara Pengamat LAPAS, Ali Aranoval. (her)

 https://anchor.fm/radio-idola/episodes/wawancara-bersama-Pengamat-LAPAS–Ali-Aranoval-egn9kh

Artikel sebelumnyaMengenal dr Andani Eka Putra, Kepala Pusat Laboratorium Universitas Andalas Padang  
Artikel selanjutnyaJika Covid-19 Memaksa Kita untuk Melakukan  “Great Reset”, Maka Bidang Apa Saja yang Mengalami Reset atau Di-nolkan Selain Cara Hidup Sehari-hari?