Museum Ranggawarsita Resmikan Pameran Bersama Virtual yang diikuti 20 Museum se-Jawa Tengah

Pameran Bersama Virtual
Kepala Bidang Pembinaan Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah yang sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Museum Jawa Tengah Ranggawarsita Eris Yunianto saat meresmikan Pameran Bersama Virtual yang diikuti oleh 20 museum se-Jawa Tengah, Jumat (27/11).

Semarang, Idola 92.6 FM – Museum Jawa Tengah Ranggawarsita meresmikan Pameran Bersama Virtual yang diikuti oleh 20 museum se-Jawa Tengah, Jumat (27/11) lalu. Materi pameran museum bersama dapat diakses secara virtual melalui alamat website pameranbersamavirtual.id yang didalamnya menampilkan lebih dari 100 koleksi unggulan. Pengunjung pameran dapat menikmati sajian koleksi museum dalam format 3D dan berkeliling are pameran dengan virtual tour.

Dalam sambutannya, Kepala Bidang Pembinaan Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah yang sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Museum Jawa Tengah Ranggawarsita Eris Yunianto menyampaikan, dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, Museum Ranggawarsita sebagai rumah sejarah dan budaya di Jawa Tengah siap untuk berinovasi.

“Museum Ranggwarsita siap menjadi pelopor serta kolaborator untuk kegiatan pameran bersama virtual yang bertema Kolaborasi Tanpa Batas,” ujar Eris dalam siaran persnya kepada radio Idola Semarang, (30/11).

Dalam kesempatan itu, Eris Yunianto juga menyampaikan pesan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bahwa meskipun Pandemi Covid-19 menjadikan sekolah tatap muka ditiadakan, namun beliau berpesan “ora ketemu, tetep sinau”. Artinya, meskipun tidak bertemu namun tetap belajar. Hal tersebut selaras dengan kegiatan pameran bersama virtual yang tidak ada kegiatan tatap muka namun tetap bisa belajar peninggalan sejarah leluhur bahkan dari 20 museum se- Jawa Tengah.

Pameran Bersama Virtual
Museum Jawa Tengah Ranggawarsita meresmikan Pameran Bersama Virtual yang diikuti oleh 20 museum se-Jawa Tengah, Jumat (27/11) lalu. Materi pameran museum bersama dapat diakses secara virtual melalui alamat website pameranbersamavirtual.id

Menurut Eris, untuk memudahkan pengunjung pameran bersama virtual mendapatkan informasi lebih, penyelenggara pameran menyediakan narahubung atau admin pada tiap-tiap museum. Hal itu agar peserta dapat berinteraksi atau tanya jawab.

“Harapan penyelenggara, pameran bersama virtual ini juga dapat menjadi media pembelajaran kekinian untuk para siswa ditengah wabah yang membatasi kegiatan mengajar di kelas,” tutur Eris.

Pameran bersama virtual ini dapat diakses oleh masyarakat kapanpun dan dimanapun berada. Rencananya, laman pameran virtual ini akan disajikan selama 1 tahun penuh. Penyelenggaraan pameran virtual ini untuk mengobati rindu para pecinta museum yang selama pandemi tidak dapat dapat mengunjungi museum secara langsung. Koleksi museum yang bernilai sejarah tinggi dapat dikolaborasikan secara menarik dengan memanfaatkan teknologi kekinian. (ims/ her)

Artikel sebelumnyaMencari Pejabat Publik yang Peduli Rakyat dan Selesai dengan Dirinya Sendiri, Benarkah Sebuah Utopis di Negeri Ini?
Artikel selanjutnyaMengenal Toni Artaka, Inisiator Taman Anggrek Ranu Darungan