Pemerintah Berikan Santunan ke Keluarga Nakes Yang Gugus Saat Tangani COVID-19

Menkes Terawan Agus Putranto berbincang dengan Gubernur Ganjar Pranowo di sela pemberian santuan kepada ahli waris tenaga medis yang meninggal dunia

Semarang, Idola 92,6 FM-Pemerintah pusat memberikan santunan kepada keluarga ahli waris tenaga kesehatan di Jawa Tengah, yang gugur saat melaksanakan tugas penanganan COVID-19. Penyerahan santunan diberikan kepada lima ahli waris dan diserahkan langsung Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto di Poltekes Semarang, Sabtu (11/7) petang.

Menkes Terawan Agus Putranto mengatakan kelima tenaga medis yang gugur saat melaksanakan tugas adalah Sofyan Endi dari RSUD Soedjati Purwodadi, Sangaji Widi dari Puskesmas Karanganyar Kota Semarang, Yuni Wuryaningsih dari Puskesmas Sayung Demak dan Yadi Siswanto dari Puskesmas Bangsri Jepara serta Siti Fatima dari RSUD RA Kartini Jepara.

Menkes menjelaskan, pemerintah menyampaikan rasa duka yang mendalam dan kehilangan karena tenaga medis meninggal dunia saat penanganan pasien COVID-19. Para tenaga medis yang gugur itu, menjadi kebanggaan bagi masyarakat Indonesia.

“Ini wujud dari betapa tingginya rasa hormat kami semua terhadap para almarhum dan almarhumah, yang gugur dalam penanganan COVID-19. Dedikasi kerja dari sejawat ini, bisa kita teladani menjadi hal yang sangat membanggakan. Dan ini merupakan pahlawan di bidang medis,” kata Terawan.

Lebih lanjut Terawan menjelaskan, dalam upaya penanganan COVID-19 ini semua komponen harus bekerja sama untuk mengurangi penyebarannya. Serta, tidak lupa untuk tetap memegang teguh protokol kesehatan dengan kedisiplinan yang tinggi.

Gubernur Ganjar Pranowo menambahkan, semua pihak memang harus saling bergandengan tangan dalam menegakkan protokol kesehatan. Karena, semua orang harus peduli dan bekerja sama untuk menyelesaikan pandemi.

“Bahwa kita semua mesti peduli, dan saling menghargai serta perlu kerja sama semua komponen untuk melawan COVID-19. Makanya, kesadaran harus terus dibangun untuk saling mengingatkan. Karena, pakai masker dan jaga jarak itu ternyata tidak cukup mudah,” ujar Ganjar.

Ganjar berharap, tidak ada lagi tenaga medis yang gugur dan para pasien COVID-19 bisa sembuh serta kembali beraktivitas normal. (Budi Aris)

Artikel sebelumnyaJawa Tengah masuk Kategori Positivity Rate Sangat Tinggi dengan Kapasitas Test Sangat Rendah. Percepatan Apa yang Mesti Dilakukan agar Tak Seperti Jawa Timur?
Artikel selanjutnyaPemprov Jateng Minta Penanganan Nakes RSUD Moewardi Lebih Terukur