Pemprov Jateng Borong APD Dari Perusahaan Garmen

APD di pabrik garmen
Gubernur Ganjar Pranowo melihat proses pembuatan APD di pabrik garmen di Kota Semarang.

Semarang, Idola 92,6 FM – Pemprov Jawa Tengah memborong produk alat pelindung diri (APD), yang diproduksi pabrik garmen asal Kota Semarang. Uniknya, APD yang dibuat pabrik garmen di wilayah Ngaliyan Semarang itu dari bahan sisa.

Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan APD yang dibuat pabrik garmen di Semarang itu, terdiri dari masker dan coverall dari kain-kain sisa produksi. Meskipun dari kain sisa, namun tetap mengutamakan standar yang ditetapkan pemerintah.

Ganjar menjelaskan, pemprov memborong 10 ribu APD dan akan dibagikan ke pegawai puskesmas sebagai garda terdepan.

APD buatan UKM konveksi
Gubernur Ganjar Pranowo menerima APD buatan dari gabungan UKM konveksi Jateng.

“Grengseng gotong royong sekarang mulai berjalan. Sekarang semangat kebersamaan mulai nampak, tidak hanya dari pemerintah tetapi perusahaan-perusahaan sekarang mulai peduli. Dan perusahaan garmen di Jawa Tengah, sekarang mulai menyisihkan untuk memproduksi masker atau coverall,” kata Ganjar, Sabtu (4/4).

Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, yang lebih membanggakan ada pelaku UKM konveksi di Jateng ikut peduli membuat APD. Gabungan UKM konveksi di Jateng itu, mampu memproduksi 10 ribu coverall.

Ganjar menyebut, UKM konveksi itu merupakan binaan dari Bank Jateng dan sebagian besar berasal dari Klaten.

“Ada nasabah Bank Jateng yang bergerak di bidang konveksi. Mereka sudah bisa memproduksi kira-kira 300 ribuan coverall per bulan. Ternyata, mereka juga bisa membuat masker. Ini harganya paling hanya Rp2.500-Rp3 ribu per lembar,” jelasnya.

Ganjar menyatakan, untuk kualitas produksi APD dari pelaku UKM konveksi itu sudah memenuhi standar minimal. Selain itu, kualitasnya juga relatif lebih bagus bila dibandingkan harus menggunakan jas hujan. (Bud)

https://www.instagram.com/p/B-jKayYHGvz/?utm_source=ig_web_copy_link

Artikel sebelumnyaPemprov Minta Pemkot Tegal Sesuaikan Arahan PSBB Pusat
Artikel selanjutnyaPemprov Jelaskan Kasus Kematian COVID-19 di Jateng