Pemprov Jateng Sarankan Buat Jogo Kerjo di Lingkungan Perkantoran

Petugas kesehatan melayani pemeriksaan tes COVID-19 di Stasiun Tawang Semarang

Semarang, Idola 92,6 FM-Guna menghindari dan mencegah penularan serta penyebaran COVID-19 di lingkungan perkantoran, perlu dibuat Jogo Kerjo untuk menegakkan protokol kesehatan. Hal itu sesuai dengan masukan dari sejumlah pakar, tentang pola edukasi masyarakat dalam menerapkan adaptasi kebiasaan baru di masa pandemi.

Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan guna memerkuat program Jogo Tonggo yang sudah berjalan, maka program itu perlu diperlebar ke komunitas yang lebih luas. Termasuk, di lingkungan perkantoran dengan menerapkan Jogo Kerjo.

Menurutnya, dengan Jogo Kerjo yang diterapkan di lingkungan perkantoran itu diharapkan mampu menekan persebaran COVID-19 di masyarakat Jateng.

Ganjar menjelaskan, hal itu juga berdasar pada kasus penyebaran COVID-19 di perkantoran wilayah Jabodetabek. Sehingga, upaya masif untuk menekan kasus penularan virus Korona harus terus dilakukan.

“Jogo kerjo, sehingga di ruang-ruang kerja dan tempat kerja dan di industri serta kantor-kantor ayo kita perbaiki. Sehingga, semua punya referensi sendiri-sendiri, sesuai dengan lingkupnya. Prinsipnya pakai masker, jaga jarak dan cuci tangan. Maka kalau ada jogo-jogo yang banyak ini, harapan kita itu mereka akan punya rentang kendali yang pendek dengan aturan main yang dia tentukan sendiri dengan karakter-karakter institusi yang mereka ikuti sehari-hari,” kata Ganjar, Senin (3/8).

Ganjar lebih lanjut menjelaskan, pemprov juga terus memasifkan dilakukan pemeriksaan tes COVID-19 di 35 kabupaten/kota di Jateng. Targetnya ada 4.991 tes COVID-19 setiap hari bisa dilakukan, dengan mengedepankan tracing dan testing, dari adanya kasus baru yang ditemukan.

“Kita juga maksimalkan laboratorium tes di Jawa Tengah, dan yang dibutuhkan sekarang tambahan 20 tenaga lab. Reagen dan VTM sama alat-alat habis pakai juga kita perbanyak,” pungkasnya. (Budi Aris)

Artikel sebelumnyaTertangkapnya Buron Djoko Tjandra, Dapatkah Ini Menjadi Momentum Membersihkan Lembaga Penegak Hukum?
Artikel selanjutnyaDusun Girpasang Layak Jadi Desa Wisata Unggulan Klaten