Pemprov Jateng Terus Dorong Laboratorium Pecepat Pemeriksaan Sampel COVID-19

Petugas kesehatan melakukan pemeriksaan tes swab maupun Rapid Test di pusat perbelanjaan di Kota Semarang

Semarang, Idola 92,6 FM-Pemprov Jawa Tengah sudah meminta kepada seluruh laboratorium pemeriksaan sampel COVID-19, agar memercepat waktu pengetesan swab test. Sebelumnya, pemprov juga telah meminta penambahan kapasitas tes dari 600 sampel menjadi seribu sampel per hari.

Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan, pihaknya sudah mengumpulkan tujuh pengelola laboratorium yang ditunjuk sebagai pengetesan sampel COVID-19. Di antaranya adalah Laboratorium Balai Besar Litbang Vektor dan Reservoir Penyakit Salatiga, dan RSUP dr Kariadi Semarang.

Ganjar menjelaskan, masih terjadi peningkatan angka kasus penularan virus Korona di Jateng. Sehingga, kecepatan dari tes PCR sangat dibutuhkan untuk meningkatkan penanganan COVID-19.

Menurutnya, selama ini banyak pasien yang dirawat di rumah sakit masih terlalu lama menunggu hasil tes keluar.

“Kita juga memastikan seluruh lab ini, kita minta sekarang on 24 jam. Sehingga, PCR-PCR test itu dilakukan tidak dalam waktu hitungan lebih dari sehari. Saya minta sehari sekarang bisa selesai. Kalau enggak, ya enggak usah. Kabupaten/kota yang lain saya minta untuk dilakukan tracing dan survaillance. Tracingnya sregep, dan survaillance diperbanyak agar kita tahu sebenarnya berapa yang tertular,” kata Ganjar, Rabu (24/6).

Sementara Kepala Balai Besar Litbang Vektor Salatiga Joko Waluyo mengaku, saat ini pihaknya sudah melakukan pemeriksaan sebanyak enam ribu sampel. Dalam sehari, kapasitas di laboratorium juga telah ditingkatkan dari 40 sampel menjadi 150 sampel.

“Sebenarnya kami bisa meningkatkan dua kali lipat, asal ada penambahan alat ekstraksi otomatos. Selama ini, proses ekstraksi kami lakukan secara manual dan memakan waktu lama. Di samping itu, kapasitas mesin juga sedikit,” ujar Joko.

Menurutnya, mesin ekstraksi otomatis yang baru itu pemeriksaannya sangat cepat. Dalam sekali ekstraksi, mampu digunakan untuk pengetesan 200 sampel. (Budi Aris)

Artikel sebelumnyaBersiasat Menghadapi Resesi
Artikel selanjutnyaDPMPTSP Jateng Minta Investor Gandeng UMKM Sebagai Mitra Bisnis

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini