Pertamina Salurkan Bantuan UMKM Sebesar Rp 11,49 Milyar

PT Pertamina (Persero) salurkan bantuan bagi UMKM dalam program “Pinky Movement”

Semarang, Radio idola 92,6 FM  – PT Pertamina (Persero) telah menyalurkan bantuan sebesar Rp 11,49 milyar dalam program “Pinky Movement” selama periode januari-oktober 2020 ini. Dana itu disalurkan kepada 170 mitra binaan UMKM yang ada diwilayah Jateng dan DI Yogyakarta .

Menurut Pjs. Unit Manager Communication, Relations & CSR Pertamina MOR IV, Marthia Mulia Asri, program “Pinky Movement” ini memiliki tujuan untuk membantu meningkatkan perekonomian pelaku UMKM bersinergi dengan Pertamina untuk menyalurkan LPG non subsidi yaitu bright gas.

“Para pelaku UMKM ini adalah mereka yang kesehariannya tidak lepas dari penggunaan bahan bakar LPG baik itu penjual atau pangkalan LPG ataupun usaha-usaha seperti kuliner yang menggunakan LPG sebagai bahan bakarnya”, ujar Marthia.

Program ini juga diharapkan mengedukasi pelaku UMKM dan masyarakat agar penyaluran LPG menjadi tepat sasaran. Melalui program kemitraan Kementerian BUMN, Pertamina terus berupaya meningkatkan dan menciptakan kemandirian ekonomi para pelaku UMKM di Indonesia.

“Selama ini masih banyak para pelaku usaha maupun masyarakat yang belum paham terkait perbedaan dan peruntukkan LPG subsidi dan non subsidi. LPG 3 kg tabung hijau yang merupakan program subsidi pemerintah masih sering kita jumpai digunakan oleh masyarakat mampu. Sehingga Melalui program “Pinky Movement”, kami sekaligus mengedukasi terkait hal tersebut agar penyaluran LPG tepat sasaran”, ungkapnya.

Secara keseluruhan untuk wilayah Pertamina MOR IV, hingga saat ini telah tersalurkan dana kemitraan sebesar Rp. 21,2 miliar atau telah mencapai 117% dari target awal di tahun 2020 yaitu sebesar Rp.18 miliar.

“Sebanyak lebih dari 250 mitra binaan UMKM di tahun 2020 ini bergabung dengan kami. Pertamina tentunya akan terus berupaya memberikan sosialisasi dan mengajak pelaku UMKM untuk dapat bergabung dalam program kemitraan yang serentak dilaksanakan oleh sebagian besar perusahaan BUMN di Indonesia. Sehingga tujuan nawacita di sektor ekonomi yaitu menciptakan kemandirian ekonomi dapat terwujud”, pungkas Marthia.(tim)

Artikel sebelumnyaBenarkah Kebebasan Berpendapat Semakin Berjarak Antara Kenyataan dan Undang-Undang?
Artikel selanjutnyaPemprov Kirim Tim Pendamping ke 7 Daerah Zona Merah COVID-19

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini