Polda Jateng Gelar Operasi Patuh Candi 2020 Untuk Tertibkan Masyarakat Soal Protokol Kesehatan

Irjen Pol Ahmad Luthfi, Kapolda Jateng

Semarang, Idola 92,6 FM-Dalam rangka mengawal adaptasi kebiasaan baru di masa pandemi, mulai hari ini Polda Jawa Tengah menggelar Operasi Patuh Candi 2020. Sasarannya tidak hanya menertibkan pelanggaran lalu lintas saja, tetapi juga menertibkan dan melakukan sosialisasi protokol kesehatan kepada masyarakat.

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan pihaknya mengerahkan 2.600 personel kepolisian dari polda hingga polres di kabupaten/kota, untuk mengawal adaptasi kebiasaan baru di tengah wabah COVID-19. Seluruh personel yang bertugas di lapangan dalam kegiatan Operasi Patuh Candi 2020, harus terlebih dahulu tertib terhadap protokol kesehatan.

Menurutnya, ada 13 poin penting yang harus menjadi pedoman bagi anggota kepolisian sebelum menggelar Operasi Patuh Candi 2020. Kapolda menjelaskan, setiap anggota Polri yang bertugas harus selalu memakai masker dan sarung tangan serta menggunakan seragam lengan panjang. Selain itu, petugas kepolisian juga harus mengedepankan sisi humanis saat melakukan edukasi maupun penindakan kepada pelanggar lalu lintas.

“Dalam rangka penertiban masyarakat untuk adaptasi kebiasaan baru, dengan mengedepankan protokol kesehatan. Tentu Polri dalam hal ini Ditlantas seluruh jajaran sampai di tingkat polres di jajaran kita, akan mengedepankan aspek preemtif dan preventif serta humanis. Sehingga, tidak salah ketika nanti para pelanggar dilakukan penindakan. Diutamakan tentang pendidikan kepada masyarakat, soal protokol kesehatannya,” kata kapolda.

Ahmad Luthfi lebih lanjut menjelaskan, kegiatan Operasi Patuh Candi akan digelar selama dua pekan hingga 5 Agustus 2020. Terhadap pelaku pelanggaran lalu lintas yang berpotensi menimbulkan kecelakaan, akan diambil tindakan sesuai prosedur hukum.

“Misalnya berkendara motor tidak pakai helm, berkendara ugal-ugalan dan membahayakan keselamatan orang lain. Tapi di luar itu, kami tetap persuasif dan humanis,” pungkasnya. (Budi Aris)

Artikel sebelumnyaMencari Terobosan Mempercepat Penyerapan Dana Pemulihan UMKM   
Artikel selanjutnyaDinkes Jateng Sebut Karena Tracing dan Testing Masif Tingkatkan Angka Kasus COVID-19