Polda Jateng Siap Halau Pemudik Yang Tak Patuhi Protokol Kesehatan

Random Check
Petugas kesehatan memeriksa suhu pengendara roda empat di Gerbang Tol Kalikangkung Semarang, saat mudik libur panjang beberapa waktu lalu. (Photo: kompas)

Semarang, Idola 92,6 FM – Polda Jawa Tengah bersama Dinas Perhubungan Jateng akan melakukan pemeriksaan di pintu masuk, untuk memantau pergerakan pemudik melintas di provinsi ini. Bahkan, pihak kepolisian bakal memutarbalikkan kendaraan pemudik jika tidak patuh pada protokol kesehatan.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Jateng, untuk memantau pergerakan pemudik selama libur panjang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Personel di lapangan akan melakukan pemeriksaan dan pengecekan, terhadap semua kendaraan yang melintas di pintu masuk Jateng.

Kombes Pol Iskandar Fitriana
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Iskandar Fitriana memberi keterangan terkait antisipasi pemudik di masa libur panjang, Sabtu (24/10).

Iskandar menjelaskan, jajaran kepolisian dibantu personel dari Dinas Perhubungan Jateng akan memfokuskan pada penerapan protokol kesehatan. Yakni memakai masker, dan pembatasan jumlah penumpang kendaraan.

“Kalau libur panjang, yang jelas kita dari Polda Jawa Tengah sudah menyiapkan personel dalam rangka operasi zebra. Di sini kita melihat bahwa libur panjang ini dimungkinkan dan diperkirakan akan terjadi arus mudik. Nah, tentu di sini yang paling kita utamakan adalah protokol kesehatan,” kata Iskandar, Sabtu (24/10).

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna:

Sebelumnya Gubernur Ganjar Pranowo juga sudah mengingatkan, pada masa libur panjang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, tidak perlu melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman. Pemprov akan memberlakukan kebijakan yang hampir sama saat mudik Lebaran, namun tidak terlalu ketat.

Menurutnya, masyarakat yang tinggal di Jakarta atau luar Jateng tidak perlu pulang ke kampung halaman.

“Harapan saya nanti tidak usah mudik saja. Kita tinggal di sana di tempat masing-masing, dan kemudian kita sangat bisa menjaga kesehatan. Kalau kita tidak mudik. Karena mudik ini, saya khawatir mereka kemudian cukup ramai di jalan terus nanti berkerumun dan tidak ada yang pernah tahu kondisi masing-masing,” ujar Ganjar.

Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, pihaknya akan memaksimalkan peran Jogo Tonggo dan Kampung Tangguh dalam mengawasi pergerakan pemudik jika ada di Jateng. (Bud)

Artikel sebelumnyaLewat Karso dan Karyo, PLN Berkomitmen Beri Layanan ke Pelanggan
Artikel selanjutnyaKlaster Pesantren, Santri Punya Peran Besar Dalam Penanganan