Undip Kembangkan Tangan Bionik Yang Bisa Dikontrol Dengan Android

Gilar Pandu
COO Karya Mandiri Diponegoro Gilar Pandu ketika menunjukkan tangan bionik generasi keempat yang telah dikembangkan, Rabu (5/2).

Semarang, Idola 92,6 FM – Pusat Unggulan Ilmu Pengetahuan Perguruan Tinggi Teknologi Kesehatan Undip, berhasil mengembangkan tangan bionik generasi keempat dan merupakan pengembangan dari produk sebelumnya. Tangan bionik ini bisa dikontrol dengan perangkat Android, dan memudahkan penyandang disabilitas bisa beraktivitas kembali layaknya manusia normal.

COO Karya Mandiri Diponegoro Gilar Pandu mengatakan tangan bionik yang bisa dikontrol dengan perangkat Android ini, merupakan pengembangan dari Asto Bionic Hand, Bimo Bionic Hand dan Albiondi Bionic Hand. Ketiga tangan bionik itu, mulai dikembangkan sejak 2016 lalu.

Pandu menjelaskan, untuk generasi keempat dari tangan bionik ini sudah didesain sesuai dengan ukuran tangan orang Indonesia. Yang menarik, generasi keempat tangan bionik ini memanfaatkan batang enceng gondok sebagai pengganti bahan fiber glass karena cukup mahal.

“Untuk tangan bionik ini pada 2019 kemarin, kita mendapat tujuh orderan. Salah satu pemesannya dari TKI yang ada di Korea, dan memesan tangan bionik versi terbaru. Yang bersangkutan mengalami kecelakaan kerja. Tangan bionik ini kita riset di Indonesia, dan data yang kita gunakan adalah dari orang Indonesia. Secara ukuran akan sesuai,” kata Pandu, Rabu (5/2).

Ketua CBIOM3S Rifky Ismail menambahkan, tangan bionik generasi keempat ini memang didesain lebih ringan dan hemat baterai dibanding generasi sebelumnya. Selain itu, generasi keempat ini juga lebih responsif dalam mengerjakan perintah.

Menurutnya, tangan bionik generasi keempat ini harus dipasangkan bagi penyandang disabilitas yang masih memiliki lengan di bawah siku atau minimal 10 sentimeter.

“Saat ini, kita sudah punya empat jenis tangan bionik. Untuk produksi, Alhamdulillah kita relatif progresif dari desain sampai uji coba sudah cukup bagus. Kita berharapnya, ini jadi produk kebanggan anak negeri yang dipakai di negeri sendiri nantinya,” ujar Rifky.

Sampai saat ini, jelas Rifky, sudah ada 10 tangan bionik yang dikembangkan Undip dipesan penyandang disabilitas. Terakhir, TKI dari Korea Selatan memesan karena usai mengalami kecelakaan kerja. (Bud)

https://www.instagram.com/p/B8LWU6tHnmk/?utm_source=ig_web_copy_link

Artikel sebelumnyaPemprov Jateng Upayakan Tangani 85 Ribu Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Tahun Ini
Artikel selanjutnyaDisnakertrans Jateng Terus Pantau Pergerakan TKA Asal Tiongkok

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini