Wakil Wali Kota Semarang: Jangan Anggap Sepele Disiplin

Reportase Peer to Peer on Stage Januari 2020

P2P on Stage Januari 2020
Narasumber Peer to Peer on Stage. Kiri ke kanan: Rizky Agung Widodo, Prof. Dr. H. Masrukhi, M.Pd, Mbak Ita, Fadly Hasan, dan Agnes Yi.

Semarang, Idola 92.6 FM – Sebagian orang lebih silau melihat hasil daripada prosesnya. Pemikiran seperti itu membuat orang lupa bahwa perkara besar, pada mulanya bermula dari memperhatikan hal-hal sepele. Jangan pernah anggap sepele kesalahan-kesalahan kecil, sebab bisa berdampak besar.

Demikian mengemuka dalam talkshow Peer to Peer on Stage bertema “Big Doors Swing On Little Hinges; Hal-hal Kecil yang Tidak Boleh Kita Lupakan,” yang diselenggarakan radio Idola Semarang bekerjasama dengan Radja Hotel Semarang, Kamis (16/01/2020) pukul 16.00 WIB di Radja Hotel Jl Singosari Raya No 04 Wonodri Semarang.

Hadir sebagai narasumber: Hevearita G Rahayu (Wakil Wali Kota Semarang), Prof Dr Masrukhi (Rektor Unimus), Rizky Agung Widodo (Marcom Holding PT Kekancan Mukti Group), Fadly Hasan (Chief of marketing PT Meka Adipratama, Perusahaan Pemegang Lisensi CARfix), dan Agnes Yi (Instragammer & Content Creator, Owner of Agnes Yi & Co).

Hevearita G Rahayu
Hevearita G Rahayu, Wakil Wali Kota Semarang.

Wakil Wali Kota Semarang Hevearita G Rahayu mengemukakan, hal kecil yang berdampak besar adalah disiplin. Kalau disiplin, apapun pekerjaan akan menjadi baik. Misalnya, berdisiplin dalam budaya tidak membuang sampah sembarangan, kurangi sampah plastik, hingga mematuhi aturan-aturan. “Jika ini dilakukan semua PNS di lingkungan Kota Semarang, dampaknya sudah sangat besar. Janggap anggap sepele disiplin,” ujar bu Ita, panggilan akrabnya.

Dalam menjalankan tugas, menurut bu Ita, Pemkot Semarang memegang teguh spirit melayani. Sebab, saat ini, bukan zamannya dilayani tapi melayani. Menurut Ita, bagaimana bisa melayani dengan baik jika PNS tidak hadir secara on time pada masyarakat. “Misalnya, di Puskesmas dan rumah sakit. Kalau perawat atau petugas tidak on time padahal ada warga yang membutuhkan tenaganya, bagaimana?” kata Bu Ita di hadapan puluhan peserta mulai dari kalangan mahasiswa hingga masyarakat umum.

Dalam kesempatan itu, ia mengajak jajaran PNS dan warga Kota Semarang untuk disiplin mengurangi bahan dari plastik. Apalagi, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi sudah mengeluarkan Peraturan Walikota (Perwal) Semarang Nomor 27 Tahun 2019 tentang Pengendalian Sampah Plastik yang sudah dikeluarkan sejak bulan Juni 2019 lalu. Dalam Perwal itu disebutkan bentuk plastik yang akan dilakukan pengendalian yaitu kantong plastik, sedotan, pipet plastik dan styrofoam.

Prof Dr Masrukhi
Prof. Dr. H. Masrukhi, M.Pd, Rektor Universitas Muhammadiyah Semarang.

Sementara menurut Rektor Unimus Prof Dr Masrukhi, pemerintah Presiden Jokowi di periode keduanya akan fokus pada peningkatan kualitas SDM. Di kampus Unimus, dalam rangka menciptakan SDM yang berdaya saing, selain disiplin, hal kecil yang ia tanamkan pada mahasiswanya adalah membangun passion. Semangat sangat penting bagi tiap orang ketika meniti karir ke tingkat maksimal.

“Sehingga, mahasiswa di kampusnya dilatih kerja bersama, kerja mandiri, maupun melaksanakan tugas yang besar. Kalau passion bagus, pekerjaan sebesar apapun akan bisa dikerjakan dengan baik,” ujarnya.

Masrukhi menambahkan, dalam tugas sebagai rektor, hal-hal kecil yang berdampak kecil bagi dirinya antara lain, kecermatan dan ketelitian. Karena, cermat bagian dari disiplin. Teliti dalam segala hal, dalam program, pelaksanaan, hingga evaluasi. “Kalau cermat tidak ada, semua bisa amburadul,” tuturnya.

Ia menambahkan, dalam dunia pendidikan hal kecil yang berdampak besar dan masih dianggap sebelah mata, yakni kesungguhan dan semangat. Ia mencontohkan, salah satu mahasiswanya yang berprestasi di tingkat dunia, yakni atlet panjat tebing Aries Susanti Rahayu. Atlet asal Grobogan Jawa Tengah ini berhasil meraih medali emas dalam ajang Asian Games. Tahun lalu, ia berhasil memperoleh emas dan memecahkan rekor dunia dalam ajang Piala Dunia Panjat Tebing (IFSC World Cup) di Xiamen, China.

“Aries berasal dari keluarga biasa. Namun, perjuangan dan ketekunannya luar biasa. Ada semangat ingin maju. Maka, ia disiplin dan ulet belajar panjat tebing hingga mengantarkannya ke prestasi tingkat dunia,” ujarnya.

Margaria Batik
Parade busana koleksi Margaria Batik

Di sela-sela acara juga diselingi parade busana koleksi Margaria Batik yang diperagakan oleh model-model dari Asthanayyara School and Management pimpinan Adelia Mahendra. Kali ini tema batik yang diperagakan para model yakni koleksi Parang Seno dengan motif abstrak.

Manner is matter

Sementara, Marcom Holding PT Kekancan Mukti Group Rizky Agung Widodo, mengungkapkan, detail menjadi salah hal kecil yang ia perhatikan betul. Baginya, cermat pada detail, akan menjadi pembeda dengan yang lain. Salah satu detail yang ia praktikkan di Radja Hotel—hotel di bawah manajemen PT Kekancan Mukti Group, yakni ia menerapkan kebijakan tak ada properti dari plastik. Hotelnya juga menerapkan Radja hotel sebagai bank sampah. “Kami menerima sampah dari masyarakat sekitar untuk kami pilah-pilah,” ujarnya.

Rizky Agung Widodo
Rizky Agung Widodo, Marcomm Holding PT. Kekancan Mukti Group

Ia menambahkan, dalam relasi dengan pihak lain yang patut mendapat perhatian dan tak bisa dianggap sepele adalah manner. Baginya, manner is matter. Sebab, hari ini, kita tak tahu hari ini, kita akan ketemu dengan siapa dan orang itu 20 tahun kemudian akan menjadi apa. “Manner yang saat ini kita aplikable ke diri kita, itu akan jadi gambaran kita di kemudian hari,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengalaman seputar agar sepele dadi gawe, ia praktikkan pada staf dan karyawannya. Manner merupakan sesuatu yang berasal dari diri masing-masing. Tapi, pada suatu waktu kita tak bisa mengontrol sesuatu faktor dari luar diri kita yang pada akhirnya mempengaruhi diri dalam berperilaku.

Ia selalu ajarkan ke stafnya bahwa dari 10 keputusan yang kita buat, 4 di antaranya pasti salah. “Tapi, pertanyaanya, saat kita membuat 4 kesalahan itu, bagaimana kita me-recovery kesalahan itu. Bagaimana kita memperbaiki dan kemudian sesuaru yang lebih. Itu yang bedakan, antara kita jadi orang sukses, atau pemimpi yang gagal,” tuturnya.

Fadly Hasan
Fadly Hasan, Chief of Marketing PT. Meka Adipratama, Perusahaan Pemegang Lisensi CARfix.

Sementara, Chief of marketing PT Meka Adipratama Fadly Hasan menyampaikan, hal kecil yang tak bisa dianggap remeh baginya di dunia kerja adalah kepedulian, care terhadap hal-hal kecil. “Ini sulit. Dari dulu saya diajarkan, the devil is the detail. Setannya itu, hal-hal kecil yang kita anggap remeh. Kita bisa jatuh akan hal-hal kecil. Artinya, itu yang membedakan antara satu orang dengan yang lain. Kalau orang itu, sampai care detail, itu artinya orang itu tahu bener.”

Ia mencontohkan, salah satu parameter sebuah kawasan tempat umum itu bersih atau tidak bisa dilihat dari toiletnya bukan ruang tamunya. Jadi, kalau toiletnya bersigh dan layak, yang lain relatif bersih. Detail memang bukan sesuatu yang gak gampang karena itu sampai titik bawah. Bukan meributkan hal kecil tapi care pada hal kecil,” ujarnya.

Agnes Yi
Agnes Yi, Instagrammer and Content Creator Owner of Agnes Yi & Co.

Instragammer Agnes Yi menambahkan, salah satu kunci yang baginya turut menentukan kesuksesannya adalah attitude. Sebab, dalam kehidupan sehari-hari, kita bertemu banyak orang dan dilihat banyak orang. Karya memang penting, tapi bagaimana sikap kita pada orang lain itu yang akan menentukan karya dan diri kita. “Kamu boleh punya karya bagus, tapi kalau attitude kita tak bagus, itu yang akan menjatuhkanmu,” ujarnya. (Heri CS)

Artikel sebelumnyaDPRD Jateng Minta Pemprov Bisa Rekayasa Air Hujan Sebagai Cadangan Air Bersih
Artikel selanjutnyaKPU Jateng Tak Masalahkan Jika Muncul Paslon Tunggal di Pilkada 2020

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini