Bulog Jateng Bertahap Salurkan Bantuan Beras PPKM 2021

Bantuan beras PPKM 2021
Perwakilan masyarakat di wilayah Jateng menerima bantuan beras PPKM 2021 yang disalurkan Perum Bulog Jateng, kemarin.

Semarang, Idola 92,6 FM – Perum Bulog Jawa Tengah sampai saat ini, sudah merealisasikan penyaluran bantuan beras PPKM 2021 sekira 338 ton dari target 22.260 ton beras selama sebulan. Targetnya, penerima bantuan beras PPKM 2021 yang disalurkan Perum Bulog Jateng ada 2,2 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Wakil Pemimpin Wilayah Perum Bulog Jateng Muhson mengatakan pihaknya secara bertahap melakukan penyaluran beras cadangan pemerintah, dalam rangka membantu meringankan beban masyarakat terdampak pandemi COVID-19. Pernyataan itu dikatakannya saat ditemui di kantornya, Rabu (21/7).

Muhson menjelaskan, seluruh cabang Bulog di Jateng di luar Eks Karesidenan Kedu dan Banyumas secara bertahap menyalurkan bantuan beras PPKM 2021 kepada masyarakat penerima. Penyaluran bantuan beras itu menggunakan transporter pihak ketiga, dengan data yang diberikan Kementerian Sosial.

Menurutnya, setiap penerima bantuan beras masing-masing akan mendapatkan 10 kilogram beras.

“Untuk Jawa Tengah di luar Banyumas sama Kedu karena ini masuk wilayah Yogya, kita akan salurkan selama periode satu bulanan ini sebanyak 22 ribuan ton. Bahwa beras yang dipakai sesuai surat permohonan ibu menteri kepada Bulog pada tanggal 16 itu adalah beras cadangan pemerintah. Beras medium. Jadi masyarakat biar tahu, bahwa beras yang disalurkan adalah beras yang baik dan layak tanpa hama dan itu cadangan stok pemerintah,” kata Muhson.

Lebih lanjut Muhson menjelaskan, penyaluran bantuan beras itu dibantu seluruh kepala daerah dan kepala Dinas Sosial di seluruh wilayah. Bahkan, penyalurannya diawasi langsung Kementerian Sosial dan juga BPKP.

“Ini bentuk dari pemerintah hadir dan peduli pada masyarakat di masa pandemi. Program dari pemerintah tidak hanya bantuan beras saja, tetapi masih banyak bentuk bantuan lain yang diberikan pemerintah,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaMengenal Imun bersama Prof Theresia Ida Budi Paska
Artikel selanjutnyaBEI Semarang Dorong Perusahaan Bisa Go Public

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini