CitraGrand Semarang Bidik Pertumbuhan Penjualan 25 Persen

Rumah Type Clarion
Rumah Type Clarion at red teracotta di CitraGrand Semarang.

Semarang, Radio idola 92,6 FM – CitraGrand Semarang membidik pertumbuhan penjualan tahun 2021 ini meningkat 25 pesen dibandingkan tahun 2020 lalu. Hal ini seiring dengan semakin membaiknya kondisi ekonomi pasca pandemic virus corona.

General manager CitraGrand Semarang, Berliana Febriana mengatakan, pada tahun 2020 lalu, kendati berada di tengah masa pandemic virus corona, pihaknya mampu mencatatkan penjualan property sebesar Rp.160 miliar tanpa melakukan revisi target. Sementara tahun 2021 ini pihaknya membidik pertumbuhan sebesar 25 persen.

“Tahun ini target kita naik menjadi sekitar Rp.200 miliar. Dan di tri wulan pertama ini kita sudah mencapai 25 persen dari target,”ungkap Berlian.

Menurutnya sejumlah program pemerintah seperti pembebasan pajak pertambahan nilai (PPN) sangat membantu penjualan perumahan. Selain itu kelonggaran aturan uang muka atau loan to value (LTV) dari Bank Indonesia juga membantu mendorong konsumen untuk membeli property secara kredit.

“Program pemerintah baru berjalan satu bulan saja, kita sudah bisa menjual 50 persen produk yang kita ikutkan dalam program itu,”

Berlian menambahkan, untuk mendorong penjualan pada tahun 2021 ini, pihaknya akan melaunching sejumlah fasilitas perumahan seperti danau, sekolah dan area komersial. Sebelumnya pada tahun 2020 lalu, pihaknya memanfaatkan kondisi pandemic untuk melakukan persiapan dan pembenahan fasilitas perumahan.

“pada masa pandemic kami justru memiliki waktu untuk menyiapkan sejumlah fasilitas seperti masjid, danau, dan kawasan komersial. Jadi tahun ini kami akan melaunching fasilitas itu untuk menarik konsumen,” ujar Berlian.

CitraGrand sendiri pada tahun ini masih mengandalkan sejumlah produk diantaranya rumah IKEA dengan type Calliope dan Fawn dengan sentuhan desain interior yang modern khas IKEA. Selain itu terdapat pula Type blossom superior, collette, dan clarion at red terracotta yang dirancang dengan untuk menyesuaikan kebiasaan baru atau new normal.

“rumah sehat itu sudah patennya kita saat membangun sejak awal. Saat ini kami mengedepankan desain dan fasilitas rumah mendukung saat stay at home,” pungkas Berlian. (tim)

Artikel sebelumnyaBupati Kudus Siap Lakukan Reformasi Birokrasi
Artikel selanjutnyaSeniman Minta Pengembangan Borobudur Juga Libatkan Seniman

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini