Dafam Property Catatkan Pendapatan di Sektor Real Estate Naik 53,42 Persen

Billy Dahlan (kanan)
Presiden Director Dafam Property Indonesia Billy Dahlan (kanan) saat memaparkan kinerja keuangan 2021 secara virtual, kemarin.

Semarang, Idola 92,6 FM – Dafam Property Indonesia menggelar paparan umum secara daring berkaitan dengan kinerja keuangan semester pertama 2021, Kamis (9/9) sore. Dafam Property Indonesia mencatat kenaikan pendapatan, pada sejumlah sektor di semester pertama 2021.

Presiden Director Dafam Property Indonesia Billy Dahlan mengatakan pendapatan dari sektor real estate sebesar Rp13,66 miliar, atau mengalami kenaikan sebesar 53,41 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sedangkan penjualan di segmen rumah subsidi, juga menyumbang pendapatan sebesar 32,8 persen.

Billy menjelaskan, pencapaian kinerja di sektor real estate pada semester pertama naik 48 persen dari target yang telah dicanangkan. Sedangkan untuk pendapatan di sektor perhotelan tercatat sebesar Rp20,08 miliar, atau mengalami kenaikan sebesar 5,04 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurut Billy, target okupansi 60-70 persen di tahun ini pada semester pertama sudah tercapai 55,91 persen.

“Kami senantiasa konsisten dalam membangun hunian perumahan, dan komersial berkualitas yang menjadi jawaban bagi kehidupan masyarakat modern. Membangun hubungan strategis jangka panjang dengan para partner dan pemangku kepentingan, sehingga tercipta kondisi finansial grup yang solid dan nilai perusahaan maksimum melalui portofolio yang aman dan seimbang serta menguntungkan. Ketiga, menjadi perusahaan dinamis dan terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sistem dan manajemen karena memang dengan terjadinya pandemi banyak perubahan akan tren dan behavior dari market yang berubah,” kata Billy.

Billy Dahlan, Presiden Director Dafam Property Indonesia:

Lebih lanjut Billy menjelaskan, komposisi dari pemegang saham Dafam Property Indonesia per 30 Juni 2021 sebanyak 63 persen merupakan saham pengendali dan masyarakat sebesar 22,88 persen. Sedangkan struktur korporasi tidak mengalami perubahan, dengan tiga anak perusahaan langsung.

“Harapan kami semua dengan meredanya pandemi dan juga peraturan pemerintah karena PPKM serta turunnya level, maka di semester dua kami dapat membukukan pendapatan yang jauh lebih baik dari semester satu,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaMengenal Vertical Rescue Indonesia bersama Tedi Ixdiana
Artikel selanjutnyaPolda Ringkus Pemalsu BPKB dan STNK

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini