Mengenal Arky Gilang Wahab, Pembudidaya Maggot dan Pebisnis Olah Sampah dari Banyumas

Arky Gilang Wahab
Arky Gilang Wahab, Pembudidaya Maggot dan Pebisnis Olah Sampah dari Banyumas. (photo/satu-indonesia.com)

Banyumas, Idola 92.6 FM – Berawal dari tidak beroperasinya tempat pembuangan akhir sampah dan minimnya perhatian publik membuat Kabupaten Banyumas mengalami darurat sampah pada 2018. Hal itu menggerakkan Arky Gilang Wahab, pembudidaya maggot dan pebisnis olah sampah dari Banyumas.

Arky yang juga sebagai Ketua Duta Petani Milenial Banyumas terjun ke bisnis pengolahan sampah dengan membudidayakan maggot atau larva pengurai sampah organik. Ia memilih maggot atau lalat tentara hitam (BSF) karena jauh lebih efisien untuk mengolah sampah. Upaya lelaki kelahiran Banyumas, membudidayakan maggot turut berperan mengatasi darurat sampah Banyumas membawanya meraih penghargaan Satu Indonesia Award 2021.

Maggot
photo/istimewa

Arky, lulusan S-1 Teknik Geodesi dan Geometika Institut Teknologi Bandung ini tidak sendirian. Ia juga menggandeng kelompok swadaya masyarakat (KSM) agar sampah yang dikelola makin banyak. Hasilnya tak sia-sia. Saat ini pihaknya telah mengolah sampah rumah tangga dari 5.800 rumah dan dari 80 instansi (sekitar 16 truk sampah per hari)

Selengkapnya, berikut ini wawancara radio Idola Semarang bersama Arky Gilang Wahab, Pembudidaya Maggot dan Pebisnis Olah Sampah dari Banyumas. (yes/her)

Simak podcast wawancaranya:

Artikel sebelumnyaMenuju Ekonomi “Tinggal Landas” Pascapandemi Covid-19
Artikel selanjutnyaSabu 8,4 Kg Buat Pesta Tahun Baru Dimusnahkan Polrestabes Semarang