Mengenal Sejarah dan Jenis Gempa di Sulawesi Barat

Daryono BMKG
Daryono, Kepala Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG. (Photo: pontas.id)

Semarang, Idola 92.6 FM – Gempa bumi berkekuatan 6,2 magnitudo baru-baru mengguncang wilayah Majene dan Mamuju Sulawesi Barat. Gempa mengakibatkan puluhan warga meninggal, dan ribuan warga mengungsi. Upaya pencarian korban dan tanggap darurat bencana saat ini terus dilakukan. Saat ini gempa susulan masih terus sesekali terjadi.

Hasil monitoring BMKG terhadap aktivitas gempa Majene-Mamuju hingga Senin 18 Januari 2021 pukul 08.00 WIB (hari ke-5) tercatat 38 kali gempa. Gempa dimulai pada Jumat (15/1/2021) sekitar 01.28 WIB. Gempa berkekuatan 6,2 magnitudo mengguncang Kabupaten Majene Sulawesi Barat.

BMKG menyatakan, pusat gempa berada di 6 kilometer timur laut Majene, dengan kedalaman 10 kilometer. Gempa di Majene memporak-porandakan banyak bangunan termasuk kantor Gubernur Sulawesi Barat, Rumah Sakit Mitra Mankarra, dan banyak bangunan lainnya. Gempa tersebut juga berdampak ke Mamuju.

Gempa Mamuju, Sulawesi Barat
Gempa Mamuju, Sulawesi Barat. (Photo: ANTARA)

Gempa yang menimpa saudara-saudara kita di Sulawesi Barat tersebut, bukan kali pertama. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), ada empat gempa bumi dahsyat yang mengguncang Sulawesi Barat di masa lalu. Gempa yang terjadi di pantai barat Sulawesi sebagian besar episentrumnya ada di lautan dan beberapa di darat.

Pada tahun 1820 Gempa disertai tsunami memporak porandakan wilayah Makassar. Pada 11 April 1976, gempa dengan kekuatan Magnitudo (M) 6,3 di Polewali Mandar yang menimbulkan tsunami dan menyebabkan 13 orang meninggal. Pada 23 Februari 1969 gempa dengan kekuatan M 6,9 kedalaman 13 km menyebabkan tsunami setinggi 4 m menerjang Desa Maliaya, Taan, Tepalang, Kecamatan Malunda hingga 100 meter. Dalam peristiwa ini dilaporkan, 64 orang meninggal dan hilang, 97 orang luka-luka serta 1.287 rumah rusak. Sedangkan pada 8 Januari 1984 Gempa M 6,7 menyebabkan ratusan korban jiwa di Kabupaten Majene dan Mamuju.

Selengkapnya mengenai sejarah dan jenis gempa di Sulawesi Barat, berikut ini wawancara radio Idola Semarang dengan Daryono, Kepala Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG. (yes/her)

Dengarkan podcast wawancaranya:

Artikel sebelumnyaMenyukseskan Vaksinasi: Di Antara Harapan dan Tantangan
Artikel selanjutnyaBMKG Sebut Curah Hujan Cukup Ekstrem di Beberapa Wilayah

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini