Mengenal Temuan Fossil Hiu Purba di Sukabumi

Prof Mega Fatimah Rosana
Mega Fatimah Rosana, Guru Besar dalam Ilmu Geologi Eksplorasi UNPAD Bandung. (photo dok Mega)

Semarang, Idola 92.6 FM – Dalam beberapa waktu terakhir publik dihebohkan dengan temuan fossil hiu purba atau megalodon di Desa Gunungsungging, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi.

Menurut Mega Fatimah Rosana, Guru Besar dalam Ilmu Geologi Eksplorasi pada Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran Bandung, wilayah yang kini ditemukan banyak fosil tersebut jutaan tahun yang lalu adalah lautan.

Fossil Megalodon
Fossil Megalodon. (photo dok Mega)

Prof Mega yang juga sebagai Kepala Pusat Penelitian Geopark dan Kebencanaan Geologi Unpad menambahkan, kalau secara geologi, fossil itu ditemukan di daerah Selatan di Surade – Ujunggenteng. Perlu ada studi lebih dalam terkait jenis fossil, usia dan rentang tahun.

Temuan fossil yang diduga tulang paus
Temuan fossil yang diduga tulang paus. Lokasi temuan di kawasan Cikukulu, Leuwikenit. (photo dok Mega)

fossil-fossil utuh temuan warga
Warga menemukan fossil-fossil dalam keadaan utuh dan langsung melapor ke pihak desa. (photo dok Mega)

“Temuan fossil yang diduga tulang paus masih terus diteliti. Lokasi temuan di kawasan Leuwikenit, tepatnya di daerah Cikukulu. Fossil ini terangkat oleh mesin berat yang sedang melakukan penggalian proyek waterpark di kawasan tersebut. Beruntung, pemilik lahan dan proyek sangat kooperatif. Sehingga aktivitas pengerukan dihentikan terlebih dahulu. Karena tulang/bahagian kerangka ini masih utuh di dalam tanah yang membentuk goa,”ungkap Mega.

Museum Sri Asih Pakidulan Gn. Sungging, Surade, Sukabumi. (Video: Dok Mega)

Selengkapnya, mengenal temuan fosil hiu purba atau megalodon di Sukabumi, berikut ini wawancara radio Idola Semarang dengan Mega Fatimah Rosana, Guru Besar dalam Ilmu Geologi Eksplorasi pada Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran Bandung. (yes/her)

Dengarkan podcast wawancaranya:

Artikel sebelumnyaIsu Suap di Tengah Masih Rendah Rasio Pajak, Apa Solusinya?
Artikel selanjutnyaMemetik Pelajaran dari Isu yang Membelah Partai Demokrat