Polda Jateng Musnahkan 800 Gram Sabu

AKBP Rizki Ferdiansah
Wadir Resnarkoba Polda Jateng AKBP Rizki Ferdiansah secara simbolis memusnahkan sabu dengan cara dilarutkan, Kamis (21/10).

Semarang, Idola 92,6 FM – Guna menghindari penyalahgunaan dari barang bukti narkoba yang diamankan, Direktorat Resnarkoba Polda Jawa Tengah memusnahkan lebih 800 gram sabu di kantornya di daerah Tanah Putih Semarang, Kamis (21/10). Pemusnahan barang bukti narkoba hasil penangkapan sindikat internasional itu, dilakukan dengan melarutkan dalam air dengan dicampur sabun cuci pakaian.

Wadir Resnarkoba Polda Jateng AKBP Rizki Ferdiansah mengatakan narkoba jenis sabu yang dimusnahkan itu, merupakan hasil ungkap kasus dari penangkapan sindikat narkoba internasional. Yakni, pengiriman paket sabu dari Malaysia sebanyak 13 paket dengan total berat hampir 900 gram.

Rizki menjelaskan, setelah mendapatkan penetapan dari pihak kejaksaan Kejari Sampang maka barang bukti langsung dilakukan pemusnahan untuk menghindari penyalahgunaan. Sedangkan untuk kasus penyelundupan sabu di wilayah Sumenep, masih menunggu proses penyidikan dan menunggu hasil pemeriksaan dari Kejari Sumenep. Namun, seluruh kasus tetap ditangani aparat Polda Jateng tanpa dilimpahkan ke Polda Jatim.

Menurut Rizki, kegiatan pemusnahan barang bukti sesuai dengan perintah undang-undang.

“Total barang bukti yang kita musnahkan hari ini adalah 811,67 gram. Untuk proses selanjutnya kalau yang di Sampang karena bentuknya barang temuan, tuntas. Jadi dimusnahkan, karena kita tidak dapat tersangkanya. Tapi untuk yang di Sumenep masih nunggu proses lanjut, karena proses sidik di kejaksaan. Nanti kita akan tetap koordinasi dan berkas kita kirim. Nanti, petunjuk jaksa apa, kita penuhi sampai dengan P-21 dan tahap kedua,” kata Rizki.

AKBP Rizki Ferdiansah, Wadir Resnarkoba Polda Jateng:

Lebih lanjut Rizki menjelaskan, sebelum pelaksanaan pemusnahan barang bukti itu dan menunggu penetapan dari kejaksaan maka barang bukti disimpan di brangkas dengan pengamanan ketat. Kunci brangkas penyimpanan barang bukti, dipegang masing-masing kasubdit dan kabag sehingga tidak sembarang orang bisa mengambil barang bukti.

“Karena Direktorat Tahti polda sedang direnovasi gedungnya, maka prosedur yang harus ditempuh adalah pemegang kunci harus dua orang. Itu untuk keamanannya,” jelasnya.

Sebelumnya, Direktorat Resnarkoba Polda Jateng bersama Kantor Bea Cukai Pelabuhan Tanjung Emas Semarang menyita paket narkoba jenis sabu yang dikirim dari Malaysia. Paket kiriman sabu itu, rencananya akan dikirim kepada seseorang yang beralamat di Kabupaten Sampang, Jatim. (Bud)

Artikel sebelumnyaMengenal Fikri Hanif Wijaya, Kreator Kursi Roda Elektrik bagi Kaum Difabel
Artikel selanjutnyaEkonomi Domestik Jateng Mulai Tumbuh Positif

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini