SMP 5 Semarang Pasang Sekat di Meja Tiap Siswa

Partisi yang terpasang di meja siswa
Seorang guru di SMPN 5 Semarang menunjukkan partisi yang terpasang di setiap meja siswa.

Semarang, Idola 92,6 FM – SMP Negeri 5 Semarang memasang sekat atau partisi transparan di meja setiap siswa, yang nantinya digunakan sebagai persiapan pembelajaran tatap muka. Pihak sekolah juga telah melakukan sejumlah langkah-langkah persiapan, sebagai antisipasi penularan COVID-19 dalam proses pembelajaran tatap muka.

Kepala SMP 5 Semarang Teguh Waluyo mengatakan dalam rangka uji coba pembelajaran tatap muka yang rencananya dilakukan 5 April 2021, pihaknya telah memaparkan sejumlah persiapan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Semarang. Pernyataan itu dikatakannya saat ditemui di sekolahnya, Senin (22/3).

Menurut Teguh, persiapan pembelajaran tatap muka sebenarnya sudah dilakukan sejak Januari 2021 kemarin dan telah mendapat persetujuan dari Dinas Pendidikan setempat.

Teguh menjelaskan, nantinya peserta didik yang diperbolehkan masuk sekolah dan mengikuti pembelajaran tatap muka maksimal 50 persen dari jumlah siswa per kelasnya. Yakni, setiap kelasnya maksimal 16 orang dari biasanya 32 siswa per kelas.

“Secara fisik sarana prasarana kami ya standar protokol kesehatan, sudah kita lengkapi. Setiap kelas sudah ada wastafel, dan juga di tempat umum lainnya untuk cuci tangan. Protokol kesehatan yang lain seperti masker untuk peserta didik dan guru, sudah kita siapkan tapi belum kita bagi ke peserta didik karena masih menunggu siswa masuk. Beberapa tempat kita siapkan warning tentang penerapan protokol kesehatan,” kata Teguh.

Lebih lanjut Teguh menjelaskan, pihaknya juga melakukan pengaturan jam masuk bagi siswa kelas VII hingga kelas IX guna menghindari kerumunan. Bahkan, siswa yang masuk kelas dilarang berpindah tempat duduk dan di setiap meja sudah dipasang nomor absen siswa.

“Pelajaran setiap hari maksimal empat mata pelajaran, dan setiap satu mata pelajaran berlangsung selama 30 menit. Tidak ada istirahat,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaDinas Kesehatan Jateng Akan Vaksinasi Guru Yang Uji Coba Sekolah Tatap Muka
Artikel selanjutnyaDiknas: Sudah Saatnya Penerapan Flexible Learning